TOLAK KENAIKAN BBM
Tolak Kenaikan Harga BBM
Menaikkan harga BBM BUKAN merupakan
solusi tepat untuk menyelesaikan masalah bangsa.
BBM merupakan masalah yang sangat
mempengaruhi sisi psikologis masyarakat
Indonesia
, sedang permasalahan yang
lain apabila diperdebatkan tidak menjadi perbincangan hangat, mungkin karena
itu merupakan persoalan yang langsung menyentuh ke masyarakat.
Keputusan pemerintah untuk
menaikkan harga BBM bukan merupakan keputusan yang tepat untuk menyelesaikan
permasalahan bangsa saat ini. Bukan juga dengan pemberian dana kompensasi BBM
langsung ke rakyat miskin (katanya sih miskin, ngak tau yang buat laporan itu
siapa, mungkin saja dimanipulasi). Yang katanya kalo lewat birokrasi nantinya
di korupsi, dan sampainya ke masyarakat tidak sebanyak itu atau malah tidak
dikasih sama sekali. Pemberian langsung duit ke rakyat miskin Itu sama saya
menjerumuskan rakyat kita ke dalam jurang kemalasan dengan pemberian duit
sebanyak Rp. 100.000,- bukan solusi untuk mengurangi penduduk miskin tetapi
menjerat rakyat miskin. Apa pemerintah tidak punya keputusan yang CERDAS
untuk menyelesaikan permasalahan bangsa
?? Subsidi aja konsepnya ngak jelas…. Tidak merepresentatifkan semua keinginan
masyarakat.
Kenaikan harga BBM per 1 oktober
sampai 50 % atau katanya Jusuf Kalla sampai 80 %, dan dari anggota DPR RI
sendiri adem ayem menghadapi ini, ataukah mereka semua menjadi antek
pemerintah?? Keraskan suara Kita, suara rakyat
Indonesia
atau KEMBALIKAN SUARA
KAMI….
Kenaikan harga BBM akan berdampak
sangat jelas di masyarakat, apalagi masalah transportasi massal yang
menggunakan BBM sebagai bahan
baku
utama dalam menjalankan mesinnya. Penangkapan ikan di laut oleh nelayan yang
menggunakan solar ini juga akan sangat terpukul dengan kenaikan yang sangat
sungguh signifikan ini. Padahal harga BBM yang mereka terima ternyata sudah di
tinggikan ketika di jual eceran ke mereka oleh para distributor yg tidak
bertanggung jawab.
Belum lagi minyak tanah yang
subsidinya paling besar, ketika naik semakin menambah jumlah orang-orang
miskin, padahal posisi sebelum naik sudah tidak miskin lagi eh malah ketika
kenaikan harga BBM jadi rakyat miskin.
Memang sebuah keputusan dilematis
dari pemerintah, tetapi buat apa dinaikkan, toh subsidi BBM sendiri dari
rencana anggaran APBN tidak sebesar subsidi2 yang lain.
Sebenarnya yang perlu diperbaiki
pemerintah saat ini adalah perbaikan kebijakan dalam bidang energi dan kesiapan
pemerintah dalam menghadapi kemandirian serta perubahan paradigma dalam
menyelesaikan masalah bangsa.
Kebijakan energi SBY-KALLA sangat
dipengaruhi oleh negara adidaya negerinya Paman SAM itu melalui IMF dan ADB
bahkan PBB mau menjajah kita secara ekonomi dan menggunakan kemampuan untuk
mengatur kita dan negara2 lain di dunia ketiga. Ini membuktikan konspirasi
mereka sudah menjadi darah dan daging di bangsa ini. Pemerintah tidak punya
sikap terhadap masalah ini, terlalu moderat terhadap kebijakan AS. Mengecam
tapi tanpa bukti.
Kebijakan harga minyak yang
kemaren hampir mencapai $70/barrel itu tidak lepas dari pengaruh pasar yang diatur
sama orang amrik
sana
.
Example aja nih, Exxon udah
mendapat bagian di Blok CEPU, salah satu perusahaan asal Amrik
sana
yang mencoba menjajah sumber energi
Indonesia
ini. Apa tidak ada
investor asing non amrik yang bisa membiayai pengelolaan minyak bumi kita? Tuh
banyak negara di
asia
udah makmur. Apa
semuanya harus diberikan ke amrik sono??? Udahlah kalo mau di embargo silahkan
aja kita masih bisa hidup koq…. Kuasa apa mereka, ingat ada 4JJ1 yang MAHA
KUASA. Weleh-weleh bangsaku semakin terjerumus dalam praktik konspirasi NEGARA
yang katanya membela HAM tetapi menjilat ludahnya sendiri.
Kebijakan tentang energi di
Indonesia
mestinya sudah ke arah energi alternatif, energi yang sangat berpotensi di
negara ini.banyak energi matahari (solar) tapi biaya mahal nih, menggunakan
ombak laut di daerah pantai yang mempunyai kekuatan super di Indonesia.
Penggunakan Biodisel, and Geo thermal, and juga bisa aja energi nuklir (Gak uah
kawaitr sama amrik sana kalo perlu siapkan BOM NUKLIR,heheh) tapi untuk energi nuklir
ini perlu sosialisasi ke masyarakat Indonesia supaya tidak terjadi salah pahal
nanti di kiranya kita menjadi Chernobyl ke-2.
Sudah saatnya mengurangi konsumsi
BBM dalam negeri, terutama oleh masyarakat disadarkan……. Karena dengan
mengurangi penggunaan BBM menyebabkan pasokan BBM kita akan tersedia banyak.
Tentunya sosialisasi dari pemerintah dituntut lagi ke masyarakat agar seluruh
lapisan masyarakat agar mengerti paham dan melaksanakannya.
Kebijakan pemerintah semestinya
sudah berfikir panjang untuk menggunakan transportasi massal non BBM dan
membatasi jumlah kendaraan (kalo bisa) atau mengharuskan mobil mewah
menggunakan premix… apakah pemerintah sudah berfikir itu/ apakah harus selalu
mematuhi perintah IMF??? Si pembuat keonaran DUNIA itu….. bak pahlawan berhati
busuk…. Musuh dalam selimut….
Resuffle tim ekonomi di kabinet
SBY. Itu solusi untuk menghindarkan bangsa ini dari ketergantungan Bank Dunia
atau IMF. Cari orang-orang yang berpola pikir ekonomi kerakyatan minimal lah… agar
kebijakan ini tidak dipengaruhi sama tuanku BUSH…
Masih banyak hal dan data2 yang
ini saya sampaikan tapi besok ada Prakt. Elka…….. Blum slesai lah.. hikz….
Comments(0)