Archive for November, 2005

Pahlawan modern gitu loh….

Pahlawan bukan sebuah jabatan, bukan pula sebuah gelar yang diberikan langsung atau turun-temurun, namun sebuah anugerah yang diberikan orang lain karena dihargai sebagai seorang yang mampu melakukan perubahan terhadap suatu komunitas atau zaman. Tak banyak orang yang mampu menjadi pahlawan tetapi seseorang dapat menjadi pahlawan. Seperti  kata bijak mengatakan “pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang dan sampai waktu mereka habis” dan “menjadi pahlawan bukanlah takdir, namun sebuah pilihan”(Anis Matta).

 Berkaitan dengan zaman sekarang yang disertai banyak dinamisasi dalam kehidupan manusia apalagi dengan generasi muda sekarang yang sedikit banyak mendapat pengaruh peradaban barat yang tercermin dalam kepribadian jiwa muda-mudi baik itu disadari atau tidak.

 Tapi apakah mudah mendapatkan seorang pahlawan di masa ini? Masa ketika orang-orang muda lebih mengidolakan artis yang ganteng dan cantik, penyanyi, dan banyak lagi yang hanya bermodal fisik bukan karena memberikan suatu perubahan kepada orang lain dalam memberikan manfaat yang berarti bagi bangsa ini. Sebuah fenomena yang sangat langka untuk kita temu mereka mengidolakan Bung Tomo, Soe Hok Gie, Arif Rahman Hakim, atau para pejuang muda. Keadaan masyarakat termasuk kaum muda yang banyak dipengaruhi oleh hegemoni henonitas dan jiwa foya-foya.

 Kita terlalu berfikir ideal dan sempurna nilai-nilai kepahlawanan itu harus ditanamkan dan hanya memvonis keadaan sekarang yang sudah hampir tidak ada lagi pewarisan karakter pahlawan-pahlawan akan tetapi mari kita bentuk pahlawan baru, pahlawan masa kini yang akan memberikan pencerahan bagi orang muda demi kemajuan bangsa ini.

Pahlawan generasi muda sekarang jangan lagi berpatok pada jiwa-jiwa muda lama yang mengandalkan pahlawan-pahlawan zaman dulu, zaman ketika Indonesia berperang, mencapai kemerdekaan, ataupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang selalu didongengkan kepada kaum muda. Namun pahlawan yang dicari oleh generasi muda sekarang yang bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini dan bisa berfikir ke depan yang akan menumbuhkan semangat kepahlawanan diri generasi muda dan meningkatkan idealisme yang benar. Namun semua ini tidak melepas peran dari para pahlawan zaman dahulu, karena merekalah kita masih eksis di dunia ini sebagai salah satu negara berdaulat dan tetap kita jadikan mereka teladan.

Seperti halnya suatu agama yang kita tahu sebagai landasan utama manusia ketika akan diterima oleh suatu golongan masyarakat harus melakukan penyesuaian, asimilasi dan penyebaran. Begitu pula dengan pahlawan zaman sekarang. Harus pandai menyesuaikan dengan keadaan generasi muda sekarang.

Pahlawan sekarang tidak hanya secara audio dapat dirasakan tetapi benar-benar tervisualisasikan dengan baik. Seperti halnya dengan seorang artis, orang tua akan lebih menyenangi artis-artis zaman dulu karena itulah saat mereka muda, sedangkan kaum muda sekarang tentunya mendapatkan artis idolanya yang lagi ngetrend saat sekarang ini. Jadi pahlawan itu merupakan pahlawan untuk zamannya itu,dan saat ini pahlawan kaum muda harus berasal dari zaman saat ini pula. Demikianlah pahlawan harus selalu dinamis dan selalu diupdate menurut zamannya.

Pahlawan juga merupakan orang yang mampu berinteraksi dengan manusia lain dengan gaya generasi muda yang tentunya tidak stagnant harus mengikuti pola pergaulan generasi muda sekarang. Cara inilah yang harus dicari oleh pahlawan itu yang mampu menyesuaikan dengan keadaan generasi muda.

Pola teladan yang berjiwa muda yang sekarang dicari oleh para generasi muda. Jiwa Muhammad SAW yang tetap menjadi teladan sepanjang masa bagi umat Islam karena mampu memberikan teladan langsung baik lisan maupun perbuatan yang baik.

Motivator menjadi pegangan utama bagi calon pahlawan masa kini yang bisa mengobarkan jiwa-jiwa muda untuk bergerak mengikutinya. Seperti Soekarno bisa mengobarkan semangat rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah.

Akankah ada pahlawan masa kini, yang bisa membangkitkan semangat dan jiwa idealisme kaum muda? Akahkan itu seorang ustadz, seorang aktivis, seorang menteri, seorang guru, seorang bapak, ataukah diri kita? Semua jawaban hanya ada dalam jiwa kita masing-masing.

Pahlawan Modern Gitu Loh………….

Pahlawan bukan sebuah jabatan, bukan pula sebuah gelar yang diberikan langsung atau turun-temurun, namun sebuah anugerah yang diberikan orang lain karena dihargai sebagai seorang yang mampu melakukan perubahan terhadap suatu komunitas atau zaman. Tak banyak orang yang mampu menjadi pahlawan tetapi seseorang dapat menjadi pahlawan. Seperti  kata bijak mengatakan “pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang dan sampai waktu mereka habis” dan “menjadi pahlawan bukanlah takdir, namun sebuah pilihan”(Anis Matta).

Berkaitan dengan zaman sekarang yang disertai banyak dinamisasi dalam kehidupan manusia apalagi dengan generasi muda sekarang yang sedikit banyak mendapat pengaruh peradaban barat yang tercermin dalam kepribadian jiwa muda-mudi baik itu disadari atau tidak.

Tapi apakah mudah mendapatkan seorang pahlawan di masa ini? Masa ketika orang-orang muda lebih mengidolakan artis yang ganteng dan cantik, penyanyi, dan banyak lagi yang hanya bermodal fisik bukan karena memberikan suatu perubahan kepada orang lain dalam memberikan manfaat yang berarti bagi bangsa ini. Sebuah fenomena yang sangat langka untuk kita temu mereka mengidolakan Bung Tomo, Soe Hok Gie, Arif Rahman Hakim, atau para pejuang muda. Keadaan masyarakat termasuk kaum muda yang banyak dipengaruhi oleh hegemoni henonitas dan jiwa foya-foya.

Kita terlalu berfikir ideal dan sempurna nilai-nilai kepahlawanan itu harus ditanamkan dan hanya memvonis keadaan sekarang yang sudah hampir tidak ada lagi pewarisan karakter pahlawan-pahlawan akan tetapi mari kita bentuk pahlawan baru, pahlawan masa kini yang akan memberikan pencerahan bagi orang muda demi kemajuan bangsa ini.
Pahlawan generasi muda sekarang jangan lagi berpatok pada jiwa-jiwa muda lama yang mengandalkan pahlawan-pahlawan zaman dulu, zaman ketika Indonesia berperang, mencapai kemerdekaan, ataupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang selalu didongengkan kepada kaum muda. Namun pahlawan yang dicari oleh generasi muda sekarang yang bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini dan bisa berfikir ke depan yang akan menumbuhkan semangat kepahlawanan diri generasi muda dan meningkatkan idealisme yang benar. Namun semua ini tidak melepas peran dari para pahlawan zaman dahulu, karena merekalah kita masih eksis di dunia ini sebagai salah satu negara berdaulat dan tetap kita jadikan mereka teladan.

Seperti halnya suatu agama yang kita tahu sebagai landasan utama manusia ketika akan diterima oleh suatu golongan masyarakat harus melakukan penyesuaian, asimilasi dan penyebaran. Begitu pula dengan pahlawan zaman sekarang. Harus pandai menyesuaikan dengan keadaan generasi muda sekarang.

Pahlawan sekarang tidak hanya secara audio dapat dirasakan tetapi benar-benar tervisualisasikan dengan baik. Seperti halnya dengan seorang artis, orang tua akan lebih menyenangi artis-artis zaman dulu karena itulah saat mereka muda, sedangkan kaum muda sekarang tentunya mendapatkan artis idolanya yang lagi ngetrend saat sekarang ini. Jadi pahlawan itu merupakan pahlawan untuk zamannya itu,dan saat ini pahlawan kaum muda harus berasal dari zaman saat ini pula. Demikianlah pahlawan harus selalu dinamis dan selalu diupdate menurut zamannya.

Pahlawan juga merupakan orang yang mampu berinteraksi dengan manusia lain dengan gaya generasi muda yang tentunya tidak stagnant harus mengikuti pola pergaulan generasi muda sekarang. Cara inilah yang harus dicari oleh pahlawan itu yang mampu menyesuaikan dengan keadaan generasi muda.

Pola teladan yang berjiwa muda yang sekarang dicari oleh para generasi muda. Jiwa Muhammad SAW yang tetap menjadi teladan sepanjang masa bagi umat Islam karena mampu memberikan teladan langsung baik lisan maupun perbuatan yang baik.

Motivator menjadi pegangan utama bagi calon pahlawan masa kini yang bisa mengobarkan jiwa-jiwa muda untuk bergerak mengikutinya. Seperti Soekarno bisa mengobarkan semangat rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah.

Akankah ada pahlawan masa kini, yang bisa membangkitkan semangat dan jiwa idealisme kaum muda? Akahkan itu seorang ustadz, seorang aktivis, seorang menteri, seorang guru, seorang bapak, ataukah diri kita? Semua jawaban hanya ada dalam jiwa kita masing-masing.

Besok Dah Kuliah

8 Okt 2005 18.00 ba’da shat maghrib
Sehari sebelum kuliah mulai…

Surabaya koq panas sekali.. akhir-akhir ini.. bayangkan di kamar kayak ada tungku batubara yang siap memasak tubuh ku..
Oo….

Tunggu kupikir lagi…
oh.. iya besok kul lagi….
padahal belum lengkap rasanya libur kali ini, masih pengen mengistirahatkan jiwa dan tubuh ini dari segala yang membebaniku selama ini…
Ini sebuah bencana lagi atau suatu kenikmatan..
Suatu pilihan yang kedua2nya dapat terjadi.

Besok sudah banyak amanah menunggu baik itu wajib atapun yang sunnah muakkad…

Tapi sebenarnya libur ini apa yang ku p’buat? wah gak ada yang produktif…
paling maen mineswepper di kompiku.. atau rental VCD di stallion.. tapi bosan juga… pengen sesuatu yang lain dari pada yang lain…
Mo jalan? ke mana? ke mall? surabaya mah yang ada cuman mall doang…ke mall mau apa? gak ada duit nih… abist… gak tau buat apa…
padahal besok rencana juga bayar kost untuk 3 bulan ke depan…
ribet mentong ana kost2an di….
punya uang tapi cepat habis…

semalam gue ditawari bisnis lewat internet sama org yang ku kenal lewat chatting..lumayan katanya dia udah sebulan dah dapat $300 lumayan 3 juta Rp..
Tapi itu mi kekuranganku tidak ada jiwa bisnis kali dalam dirinya aRuL..tidak bisa liat peluang usaha… atau saya hanya terbelit dalam suatu organisasi yang tidak tau mau kemana nantinya…
Tapi tujuan hidupku memang bukan mencari duit…
saya ingin apa yang saya lakukan bisa memberikan yg terbaik buat org lain…
ketika itu bisa terlaksana.. yah setidaknya bisa dapat duit juga…
Bagaimana saya bisa menggerakkan orang lain.. itu yg saya cita2kan…

anyway…
Tugasku blum pernah ku buka selama libur..
AKO/RPO dinkz….
Praktikum… asistensi.. nih…
Wah ada persiapan beberapa kegiatan di BEM sama himpunan…
Wekz..