Archive for January, 2006

seMUa DiPoliTIKkaN

SEMUAnya diPOLITIKkan

 

Bukan Manusia kalo tidak pandai politik

Itu kata yang tetap buat manusia2..
indonesia..

Memang kita tidak bisa hidup tanpa
politik..

 

Dari tingkat tinggi pemerintahan pusat
politik sudah menjadi makanan pokok….

Ke tingkat bawah anak2 kecil juga pandai
mempolitisir ortunya

 

Hak Angket impor beras akhirnya
diGAGALkan…

Siapa yg tau? siapa yang benar.. coz
smua org merasa paling benar

 

Siapa bilang DPR itu demokratis….
smuanya dipolitisir…

Akhirnya hak angket dan interpelasi
dibatalkan oleh DPR karena deal-deal politik partai politik

 

kapan yah anggota dewan yang terhormat
tidak terintervensi dari parpolnya?

Kapan mereka bisa berfikir jernih kalo
smuanya diatur sama penguasanya…

 

SUTET… itu sudah ada penelitiannya
sudah tau kalo ternyata medan magnet dan listrik di bawa menara SUTET itu tidak
memberikan dampak bagian manusia..
tapi tetap aja dipemasalahkan

Ingat… masalah ini paling
dibesar-besarkan….. (anyway saya tidak mendukung pemerintah loh, sy bukan
dedengkot SBY yang patuh sama Pres kita itu)

 

Pendapat Menhan dan Panglima TNI about
DPR gak usah dimintai pertimbangan untuk masalah Tni karena takut akan
dipolitisir lagi…

Begitulah pandangan rakyat Indonesia…
sekarang,….. sudah tidak percaya lagi sama anggota Dewan kita yang
terhormat… untuk memikirkan hal yang terbaik buat negeri ini…

 

Kapan kita bisa menjadi negara MAJU
dengan membawa jargon DEMOKRASI kalo kita masih memikirkan kepentingan sendiri
dan GOLONGAN

 

Semua diPOLITIKkan

 

Mau kampus mau sekolah semuanya
dipolitikkan

 

Mau dosen mau mahasiswa yah maen politik
lagi…

Masalah gini aja udah
dibesar-besarkan…..

Kepentingan masing-masing pihak bukan
sekedar nama bak tetapi nama depan yang akan membawa kita di depan mata, apakah
kita baik ataukah kita hanya berpura-pura baik Percuma… hanya Pahala yang
akan kita bawa sampai mati nanti

 

Politik sebenarnya benar tapi kalo sudah
mengantarkan pada permainan individu untuk memenangkan pihaknya yah itu namanya
POLITIK BUSUK yang dilakukan oleh POLITIKUS BUSUK….

 

Tapi moga aja deh yang berpolitik itu memberikan kontribusi yang nyata dan
real bagi bangsa dan negara… dan AGAMAnya..

 

INGAT KITA DITAGIH DI AKHIRAT KELAK

(Saya sih sadar apa yang saya omongkan paling gak dibaca orang.. hanya lalu
lalang aje… tapi setidaknya sy bisa menyentuh dikit-dikit lah hati saya
ataupun hati anda atau hati-hati para manusia.. amien)

 

 

Jawa Pos KETERLALUAN

Weleh… Saya sesalkan kejadian di makassar
bentrokan mahasiswa di Universitas 45….. dan
sama komentar sy dengan teman2 yg lain.. tetang
hal tersebut..
tapi ada yang sangat menyakitkan dan keterlaluan
coba baca jawa pos tgl 5 Januari 2006 sangat
menyudutkan mahasiswa makassar… tulisan awal di
keterangan fotonya KETERLALUAN, katanya (di bagian
bawah fotonya) mahasiswa makassar hanya bisa
bertengkar, tidak seperti mahasiswa di daerah lain
yang berfikir kepada rakyat(kalo gak salah begini
tulisannya) dan dibagian lain di tuliskan
mahasiswa makassar bodoh dan tidak produktif…
kata2 itu saya sungguh tersinggung sebagai bagian
dari makassar… Tapi sayang beritanya di situsnya
(jawapos.com red) gak ada cuman di korannya
diturunkan…
Sungguh saya sesalkan
Tapi coba baca koran fajar (salah satu koran dari
Jawapos group ) serta situsnya di fajar.co.id
beritanya itu tidak menghina dan tidak keterlaluan
seperti itu….
Di sini netralitas pers ditanyakan…
dan kode etiknya dikemanakan (maaf saya sendiri
tidak tau kode etik pers itu apa)
berita demikian juga pernah terjadi di daerah
selain mks malah lebih parah saling bunuh…
tapi mungkin yang terpublish itu dari berita
tersebut karena secara langsung setelah
pertandingan langsung bentrok (barangkali ciri
khas org sana yang silangsunggang dan mau
diselesaikan jantan di situ ) dan di daerah lain
juga kayak gitu bung.. tapi cuman dipendam dan
dilanjutkan malam atau di tempat lain….

Mahasiswa makassar juga andil bung terhadap
permasalahan bangsa, dan ikut mengawal reformasi
bung…

Saran buat berita tuh dipikir kata-kata yang baik
dipakai  toh… (contoh berita yang sama di koran
fajar–> Jawapos Group juga loh tapi tidak
menyinggung)
Coba jangan di pandang satu sisi aja dah…
(bersambung.. … )

Mahasiswa ke Mana Nih di Tahun 2006?

Mahasiswa ke Mana Nih di Tahun
2006?

Asruldin Azis

 

Tak dipungkiri
sepanjang awal sampai di penghujung tahun 2005 aksi mahasiswa menjadi salah
satu topik utama, baik itu dari segi positif ataupun dari segi negatif melekat
selama periode tahun tersebut.

 

Perkembangan bangsa Indonesia mulai dari Jaman nenek moyang dimana
masing-masing zaman menunjukkan superioritasnya dalam peninggalan sejarah baik
fisik maupun secara mental telah meninggalkan nilai-nilai bersejarah dan
memberikan pengalaman yang tentunya akan memberikan arah dari bangsa ini ke
mana bangsa ini akan di bawa. Mahasiswa sebagai salah satu kaum bangsawan di
Indonesia tergolong superior di dalam kelompok masyarakat harus menunjukkan
Taringnya.

 

Mulai dari
kenaikan harga BBM yang terjadi dua kali dalam tahun 2005 ini, menjadikan moral
force bangsa ini tergerak hatinya karena sisi psikologi masyarakat tersentuh,
yang terdeviasi ke beberapa permasalahan sosiopolitik bangsa seperti dana
kompensasi BBM yang diberikan dal
am bentuk BLT
(Bantuan Langsung Tunai) sampai menyoroti kinerja Tim Ekonomi dalam Kabinet
Indonesia Bersatu sebagai penanggung jawab atas semua keadaan ekonomi yang
tidak stabil ini. Masalah UMK (Upah Minimum Kota) serta UMR menjadi bahasan
bersama kaum buruh dan mahasiswa.

 

Termasuk masalah-masalah sosial di masyarakat seperti busung lapar,
kelaparan, flu burung dan sebagainya.

 

Di

kota

Surabaya

sendiri terkait masalah Pilkada yang akhirnya incumbent Bambang DH kembali memimpin

kota

Surabaya

yang
katanya akan menyelesaikan yang tertunda (semoga kata2 itu bukan hanya slogan sat
kampanye tetapi juga sebagai motivasi), serta penyusunan Ranperda RTRW (Rencana
Tata Ruang Wilayah) oleh DPRD Kota Surabaya.

 

Di penghujung tahun 2005 banjir menjadi salah satu tradisi (mbacem
iklan di Tipi nih) di

kota

Surabaya

dan akan kah tetap berlanjut di
Tahun 2006.

Kritisme mahasiswa yang terjadi di masyarakat masih sebatas kritis tak
berhasil. Akan hanya sebatas retorika di udara yang tertiup angin….

 

Dan masih banyak di antara kita kaum moral force negeri ini terdiam
dan hanya berani berkata tidak… dan tidak terimplementaikan dalam gerakan
ataupun aksi..

 

Akan kah kita biarkan

Indonesia

dalam genggaman para koruptor di genggaman para kaum kapitalis yang
membumihanguskan para penganut ekonomi kerakyatan?

 

Akan kah kita memberikan kita dan negara ini terkonspirasi isu
terorisme yang menjatuhkan nama Islam dan

Indonesia

dalam percaturan global?

Akankah kita hanya membiarkan banjir setiap tahun datang? Akan
kah kita bergerak setelah ada yang mati
terbunuh? Akan kah kita hanya tergerak ketika kita sudah merasakan pedihnya
penderitaan rakyat kecil…

 

Marilah kita para mahasiswa borjuis muda… memberikan sumbangsih kita
kepada bangsa ini dengan tindakan riil…
tunjukkan Sense of crisis and belonging kita kepada masyarakat.

 

Antara lain nih.. setidaknya kita tidak berlaku
seperti para pejabat2 nih..

Mari kita turun ke jalan sudah saatnya kita
terjun langsung ke masyarakat.. bukan tunggu satu dua tahun lagi setelah kita
lulus atau setelah kita dapat pekerjaan…. tetapi rakyat sekarang butuh
kita… butuh pemikiran kita… jangan sia-siakan pemikiran kita hanya untuk
mendapat nilai terbaik mari kita sumbangkan pemikiran kita untuk kemaslahatan
ummat.

Ini bukan jamannya lagi Soekarno, bukan jamannya
Soeharto, bukan lagi Budi Utomo, tetapi jaman milik kita, milik kita bersama
hanya kita yang mampu membuat sejarah itu untuk dikenang.

STOp mengagung-agungkan para pendahulu kita kalo kita tidak bertindak
seperti mereka.

Mari kira konstruksi bangsa in sebelum kita
termasuk para pengede perut itu….

Moga hal ini menjadi pelajaran buat saya dan kita semua agar lebih
baik lagi,…..amien

 

Billahitaufikwalhidayah

Wassalam

AruL as Sospol’ers BEM ITS
n PSDM’ers Himatektro