Archive for May, 2006

Kampanye Terakhir Capres BEM Berlangsung Panas

      


Kampanye putaran terakhir untuk pemilihan presiden Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) Kamis (4/5) kemarin berlangsung panas. Kampanye yang
dilangsungkan di Kantin Pusat ITS tersebut dihadiri ratusan mahasiswa.
Kampanye semakin seru saat memasuki sesi tanya jawab. Bahkan, di akhir
kampanye seorang penonton mengajukan surat kontrak politik kepada para
calon.

Kantin Pusat, ITS Online - Dimulai sekitar pukul 09.00
pagi, kampanye putaran terakhir para calon presiden BEM ITS digelar di
Kantin pusat ITS. Setelah kurang lebih selama satu jam keenam calon
memaparkan visi dan misinya, mereka menjawab berbagai pertanyaan yang
diajukan para penanya dari kalangan mahasiswa. Kampanye yang
berlangsung panas tersebut dihadiri ratusan calon pemilih dari kalangan
mahasiswa.

Pertanyaan yang diajukan bervariasi. Mardi, salah
seorang pengunjung yang juga merupakan salah satu kandidat presiden BEM
tahun lalu mengajukan pertanyaan kepada para calon. "Di ITS ini
sekarang ada sekelompok mahasiswa yang menjadi relawan mahasiswa
pemberantas maksiat. Bagaimana tanggapan anda terhadap relawan ini,
karena jujur saya agak terganggu juga dengan aktifitas mereka,yang
cenderung mengganggu privasi orang. Saya rasa banyak yang kurang adil
dalam hal ini, masa yang dicurigai cuma laki-laki dan perempuan saja,
kan bisa jadi sesama lelaki ada maksiat," tanya Mardi kepada para
kandidat.

Dari keenam calon, Danang Rakatungga, salah satu calon
yang mendapat nomer urut dua menyatakan kurang setuju dengan relawan
tersebut. Menurutnya, dengan adanya aktifitas tersebut, aktifitas
ormawa seakan terkekang. "Bagaimana tidak terkekang, kalau ada
mahasiswi yang keluar malam harus diawasi, mereka di kampus sampai
malam kan nggak mesti maksiat. Bisa jadi mereka rapat, diskusi, dan
sebagainya," ujar Danang.

Sementara kelima calon lainnya
menyatakan setuju dengan adanya relawan tersebut. "Selama aktifitas
mahasiswa di dalam kampus tidak mengarah ke tindak asusila, tentunya
relawan ini juga tak akan menangkap mereka. Tentunya relawan ini
mempunyai beberapa kriteria khusus terhadap calon mereka, nggak asal
nangkap aja," ujar Detak Yan Pratama.

Senada dengan Detak, Rio
Muhammad juga menyatakan setuju dengan keberadaan relawan berantas
maksiat. "Saya juga pernah turun bersama mereka, dan dalam beroperasi,
relawan ini juga tak sembarangan. Mereka dilengkapi SK Rektor,
didampingi SKK, dan ada aturan yang mereka terapkan," ungkap Rio.
Pendapat Asruldin Azis, Nuchan, dan Dhirayanti juga tak jauh beda
dengan kedua calon lainnya yang menyatakan setuju dengan relawan
berantas maksiat.

Dia akhir sesi tanya jawab, Dewi, salah
seorang penanya mengajukan surat kontrak politik kepada para kandidat.
Kontan saja ini membuat suasana semakin hemuruh. Mahasiswi Kimia
angkatan 2002 tersebut mengatakan bahwa dalam kontrak politik tersebut
berisi janji-janji para kandidat. "Ini adalah kumpulan janji-janji anda
selama kampanye. Saya tak akan memaksa anda menandatangai surat ini,
saya hanya ingin tahu apakah anda masih konsisten dengan janji anda
ataukah anda sudah lupa," ujar Dewi.

Dari enam calon, tiga orang
calon menyatakan menolak menandatangani kontrak politik tersebut.
Mereka yang menyatakan menolak adalah Detak Yan Pratama, Asruldin Azis,
dan Rio Muhammad. Sementara ketiga calon lainnya bersedia
menandatangani kontrak politik yang diajukan mahasiswi yang juga Ketua
Himpunan Mahasiswa Kimia tersebut. Salah seorang kandidat yang
menyatakan menolak, Detak Yan Pratama, mengaku dalam kontrak politik
tersebut ada beberapa hal yang tidak pernah ia sampaikan dalam
kampanye. Sehingga dirinya tak merasa mempunyai kewajiban untuk
menandatangani kontrak politik tersebut.

Kampaye lisan ini
merupakan bagian terakhir dalam masa kampanye kandidat presiden BEM
ITS. Jadwal kampanye sendiri rencananya akan ditutup Jumat (5/4) malam
tepat pukul 24.00. (jie/rif)

Wawancara its.ac.id sbg Capres BEM ITS

26369646020771s_1Bermula dari pengalaman selama dua periode berturut-turut di BEM ITS,
pada pemira 2006 kali ini, Arul siap menghadapi persaingan dalam
memperebutkan kedudukan nomor wahid di jajaran ormawa ITS, presiden
BEM. Beragam pengalaman kepanitian dan organisasi menambah kemantapan
mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2003 ini untuk menghadapi kompetesi
dengan nomer urut 1.

-——————————————————————————————————————–

      

panas aaja   Kampus ITS, ITS online
- Nomor urut satu pada Pemilihan Raya (Pemira) ITS tahun ini dipegang
oleh Arul. Tak sulit menemukan mahasiswa bernama lengkap Asruldin Azis
ini. Ia sering berada di sekitar sekretariat BEM ITS. Berperawakan
tegap dan bersorot mata tajam.

Merasakan adanya ‘kebrobokan’ di
tubuh ormawa ITS selama ini, Arul berkeinginan mengadakan perubahan ke
arah yang lebih baik. Dengan menyatukan setiap elemen mahasiswa, ia
ingin agar BEM ITS mampu menjembatani setiap masalah yang terjadi di
kalangan mahasiswa baik melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) maupun
di lingkungan fakultas.

"Dari pengalaman yang pernah saya alami,
memang BEM ITS selama ini kurang bisa menjadi media untuk setiap
masalah yang terjadi di kalangan mahasiswa, ya setidaknya BEM ITS dapat
berfungsi sebagai jembatan untuk setiap masalah khususnya yang
dirasakan oleh mahasiswa ITS dengan solusi nyata," ungkap Arul.

Tak
hanya itu, tanggung jawab sosial dianggapnya sangat penting untuk
dimiliki oleh mahasiswa ITS. Peran mahasiswa diakuinya tidak bisa
dipisahkan dengan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar
bahkan bangsa Indonesia. Untuk itu, pria kelahiran Palopo, Sulawesi
Selatan ini menjadikan social awareness sebagai salah satu misi yang akan dijalankannya nanti.

Putra
pasangan Drs Abdul Azis Hamid dan Masyhuri ini termasuk menyukai
kesibukan. Tercatat lebih dari sepuluh kegiatan pernah dilakoninya.
Sebanyak 13 tepatnya, belum termasuk panitia Pimits 9 tahun ini dimana
Arul sebagai koordinator Festival Film Indie. Seperti diketahui,
kepanitiaan Pimits 9 adalah alumni LKMM-TM dimana Arul menjadi salah
satu pesertanya.

Dan tentang pelatihan, pengidola Ir BJ Habibie
ini tercatat 15 kali mengikuti pelatihan. Mulai LKMM-TD, hingga PP
LKMM-PraTD serta LKMM-TL yang baru pertama diadakan di ITS beberapa
bulan lalu. Sedang yang terakhir adalah pelatihan ESQ pada 15-16 Maret
kemarin.

Sedang, dibidang prestasi akademik, Asruldin pernah
menjuarai Lomba Fisika, Garvitasi, di UNM sebagai juara umum dan
membawa pulang piala mendiknas pada 2001. Dan tak lama setelah itu,
ketua bidang Budaya Seni Ikami Sulsel cabang Surabaya ini meraih juara
I Lomba Fisika Science pada 2002. Kedua prestasi membanggakan itu
diraih ketika saudara kembar Syafrudin Azis ini duduk di kelas 3 SMU.

Saat
ini, pemegang DAN 1 Karate Lemkari ini menjabat staf Departemen Sosial
Politik BEM ITS sebagai Koordinator Kebijakan Daerah. Sedang di
himpunannya, Himatektro, penghobi baca, main internet, diskusi dan
debat ini tercatat sebagai staf Departemen PSDM pada kepengurusan tahun
lalu dan tahun ini. “Jadi, dua kali periode di himpunan menjadi staf di
departemen yang sama,” kata cowok kelahiran Palopo, 8 Maret 1984 ini.

Jabatan
dua kali, bisa dikatakan menyerupai tangannya. Cowok bermotto ” Menjadi
pahlawan adalah sebuah pilihan“ ini bisa menulis dengan menggunakan
kedua tangannya. “Saya dulu awalnya kidal, terus kemudian belajar
menulis dengan tangan kanan,“ jelasnya. Sekarang, dia bisa menulis
dengan keduanya. “Ketika pelatihan ESQ kemarin, waktu game main pukul
dengan Martono, saya dibilang curang karena bisa menggunakan kedua
tangan saya,“ imbuhnya sambil menyebut salah seorang teman dalam
pelatihan.

Diakhir wawancara, beliau menyampaikan beberapa pesan
bagi segenap civitas akademika ITS dalam mengikuti pemira 2006 ini,
"Pilihlah dengan hati nurani, karena hati nurani adalah suara Tuhan dan
yang terpenting berpartisipasilah dalam pemira 2006 ini untuk
mendapatkan pemimpin yang terbaik."(ech/han/ftr)