Archive for June, 2006

Tanggapan untuk yang Tolak RUU APP

TANGGAPAN untuk yang TOLAK RUU APP

Big6052101

Ribuan orang memadati ruas Jalan Gatot Subroto, di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta. Sejumlah tokoh Islam juga menggelar orasi seperti Ketua MUI Ma’ruf Amin, Rhoma Irama, dan KH Zainudin MZ. (Kompas.com)
———————————————————————

apa sih itu RUU APP

rancangan undang undang pornografi n pornoaksi…
—>>> udah baca blum smua isinya??? secara
konseptual dan harfiah???

dengan sangat tegas saya menolak undang undang
bangsat berbau kemunafikan tersebut..
–>> siapa yang bangsat dan munafik?? yang munafik
malah org yg tidak tau apa seakan2 atau apa isi
dari RUU itu…

kenapa??

ini berdasarkan fakta fakta yang telah saya temui di
kehidupan riil..

pertama.. menurut penelitianQU.. dari sepuluh
orang
temanQU yang pro ama RUU APP.. setidaknya
mempunyai satu vcd porno di kamarnya..
—>> itu gakbisa dijadikan data qualified untuk
menolak RUU APP… makanya ada RUU APP itu untuk
menghindari saudara2 kita untuk terhindar dair
perbuatan itu..

kedua.. dari yg saya lihat mengenai majalah
PLAYBOY indonesia yang diberitakan sangat
kontroversial itu cuman BULLSHIT knpa? majalah
PLAYBOY edisi 2 adalah sebuah majalah iklan
HANDPHONE.. ngapain dipermasalahkan?? BEGO
LO!! MASIH BANYAK MAJALAH LAEN YG PERLU
LO TINDAK..
—>> Playboy…..??? wah anda blum liat semua isi
dari Playboy yah?? yang bego sebenarnya siapa
sih??? tau ngak ntar kalo sekarang udah bisa
diterima karena iklan HP to.. berikut2nya isinya
akan meningkat menjadi Playboy aslinya….

ketiga..emang knapa kalo gue ciuman di muka
umum?? lo pusing karena ngejomblo terus?? cari
pacar dungg..
—>>> nah ini namanya "hanya memperhatikan diri
sendiri"m coba kalo di liat oleh adikmu, atau org
lain yang tidak bisa menahan nafsu bisa2
perbuatan2  yang haram dapat dilakukan… betul gak??

jadi sebenarnya ngapain lo buat undang undang
yang
cuman berbau kemunafikan?? hah?? bukan
dilarang
malah sebenarnya yg tepat tuh seharusnya di
batasi..
–>> Undang2 ini dibuat untuk besama2 kebaikan
Bangsa Ini tidak ada salah dan cacat jika Undang2
ini disahkan.. kalo memang ada point2 penting yang
tidak sesuai yah diprotes…
Kita semua menolak adanya pornografi dan porno
aksi bukan….
Makanya mari kita berikan aturan2 yang sebaik2nya
yang dapat memberikan kecerdasan moral bagi bangsa
ini…

skarang aja lo larang larang vcd porno masih
SANGAT gampang gue dapatin.. apa lagi kalo dah
keluar peraturan yang keras mungkin bakal lebih
gampang gue dapatinnya..
—>>Nah makanya itu mari kita bersama2 berantas
hal tersebut…. Kalo mengandalkan pemerintah,
kita jangan skeptis dong…. Mau bangsa ini maju
gak???

smakin lo larang semakin gila oiii..
–>> wah gak bisa gitu dong, sudah berifkir untuk
destruktif nih…

dasar tolol..
—-> yang tolol siapa neh???

mending lo batasin.. berikan ijin buat sebuah toko
menjualnya dengan batasan batasannya.. yang beli
cuman umur brapa gituuu..
pemerintah dapat untung n yang belum umur juga
ga
boleh beli..
jadi jangan sok munafik deh jadi orang..
—>> ada sisi tertentu yang harus kita ketahui
bersama, bahwa untuk memberikan kemaslahatan
bangsa ini pemerintah sudah memberikan alternatif2
yang sepatutnya kita dukung…

yang PRO ama RUU APP cuman orang goblok
tanpa
perasaan dan cuma kemunafikan yang ada di
otaknya..
–>> sebenarnya orang yang goblok itu siapa??
orang yang hanya memperdebatkan RUU APP ini tanpa
bersama2 berdiskusi yang tepat untuk dijadikan
landasan utama kita untuk bernegara…
kapan bangsa kita berhasil jika selalu perdebatan
yang muncul bukan diskusi2 ilmiah, kita sama2
ingin memajukan bangsa ini maka mari duduk bersama
membangun bangsa ini… org yg mendukung RUU APP
dan yang menolak RUU APP punya pemikiran untuk
memajukan bangsa ini… makanya bermusyawarah yg
pantas lah

perbaikin dulu sikap lo sebelum berpikir tuk
perbaikin
orang lain..
mang lo udah suci ga berdosa??
–> Hanya Tuhan yang Maha Suci, makanya RUU ini
dibuat agar yang belum suci menjadi Suci….

Pergerakan Pandang Bulu

1151161217okeDITINGGAl
IBU. Fira, bocah kecil yang ditinggal ibunya, bermain di antara
reruntuhan. Ia ditemukan terjepit di pohon bambu tiga hari setelah
terjadi banjir
(fajar.co.id)

"PerGeRakaN MahasisWa PanDanG BuLu"

pantas sudah diberikan kepada semua aktivis mahasiswa yang katanya memperjuangkan semua pernah dan fungsi Mahasiswa tetapi ternyata pandang bulu………..

Pantas sudah gerakan mahasiswa hanya sebatas ini.. hanya bisa menjadi penonton, tidak dapat meberikan perubahan2 walaupun dikatakan mereka sebagai kaum elite…. dari para  penakluk penguasa…..

Pantas sudah mahasiswa sekarang menjadi kurang tajinya… hanya untuk dilihat dan tidak dapat mengembangkan aspek kehidupan……

pantas saja melakukan kegiatan2 sosial yang hanya pilih pilah saja,…. mana yang bisa bikin namanya mencuat itu saja yang dipilih….
Wah percuma dong… gerakan mahasiswa SOk Sial Banget…
Sebagai ilustrasi di atas kejadian di SInjai….

Tetapi sangat saya sayangkan hanya memilah2… kegiatan2 sosial dilaksanakan…..

apa cuman mau cari nama??
apa cuman mau cari muka…???

apa arti nama organisasi ketika hanya mencuatkan…bukan mencari keikhlasan….
apa artinya teman2……

Kenapa kepedulian itu hanya anda berikan perhatian pada dan untuk daerah tertentu Friends….

jawab pertanyaanku ini………

saya heran… ketika suatu bencana alam terjadi di daerah tertentu .. cepat banget… tetapi di daerah lain… yang nota bene mungkin ngak terkenal tetapi…….. masih bagian bangsa ini… kepedulian itu hanya "pandang bulu" apa kita harus menunggu korban banyak dulu baru bertindak????
apa karena berada di belahan dunia lain dari Indonesia…. so kita tidak merasakan kepedulian itu…..

Percuma friend.. keridhaan 4JJ1 itu hanya semu jika perbuatan kita hanya terpilah2…

Saya coba ngetuk hati teman2…. walau apapun kendalanya apapun kejadian menimpa saudara2 kita dimanapun berada, coba untuk mencoba membantu….

Satu lagi………
apakah Semua organisasi itu cuman mau cari nama.. tok…….
tidak kan???
tapi???? kita tidak pernah bersatu bersama2…..
sama2 mau nya jalan sendiri… mau menggolkan organisasinya sebagai organisasi terbaik yang menangani bencana… alam……….>>>>>>>>>>
halah…………………………………….

Its….Me…… aRuL…….

Gak usah ngepost yang gak penting

Seperti…
dari mR allen dari friendster….
waduh dow….
sampe skrg friendsterku gak pernah ditutup karena
ngak ngirim gitu2 an….
tenang aja friends…..

Trus yang kedua terkhusus umat… muslim..
kalo ngirim sesuatu misalnya jangan buka situs itu
situs ini….
sama aja lo nyebarin situs tersebut.. tau gak loh…
malah itu cara2 konservatif untuk menghancurkan
agama loh….
dengan menyebarkan sesuatu yang dilarang malah
akan semakin orang tertarik untuk membukanya.,…..
prinsipnya
BAD NEWS IT’S A GOOD NEWS
so jadi pliz… jangan lagi ngirimin sesuatu yang
gak berarti…..
kalo memang situs itu menyelek2kan Islam yah udah
jangan disebarkan….

friends kalo mau ngebullboard atau ngemessege
atau apalah…. terserah yah disimak dulu
beritanya benar apa gak… jangan moro2 langsung
disebarin…..

Tangis untuk adikku

Ceritanya menyentuh banget :) dari milist tetangga
————————————————————————————————-

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari,
orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke
langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang
mencintaiku lebih daripada aku mencintainya.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di
sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci
ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di
depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk
berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram
tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu
marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu
sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu
lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak
tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan
luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu,
saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan
tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah
terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk
maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan
seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia
melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA
di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah
universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok
tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak
kita memberikan hasil yang begitu baik,hasil yang begitu baik" Ibu mengusap air
matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita
bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya
tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah
cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau
mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?
Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu
berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang.
Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak,
dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia
tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah
memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah
dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia
menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas
bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari
kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air
mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku
20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan
dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman
sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di
luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat
adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku
menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah
adikku?"

Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka
pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari
adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli
omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana
pun penampilanmu…"

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia
memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota
memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam
pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah
diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari
seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu
banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum,
"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu
melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus
jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut
lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,
batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku
bekerja dan." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku
memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku
23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang
orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah
mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus
mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu
saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan
pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak
tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika
ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi
menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu
menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa
kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan
kakak ipar –ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang
sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia
berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun
itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya,
"Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,
"Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat
kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda.
Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan
pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku
memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan
sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca
yang
begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya
bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik
kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya
kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang
paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling
berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari
wajahku seperti sungai. (Dari "I cried for my brother six times -
swaramer)

Cinta

AllahCinta

Tuhan…
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan…
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan…
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya

MaPI No. 10 th. IV Okt 2003

Jika Nabi Muhammad datang ke RUmahmu

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa2 sebelumnya,
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kiab hadits di rak buku?
Ataukan akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Quran yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
ataukan dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?
Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalanka sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu.

MaPI No. 1 Thn II Jan ‘01