Archive for July, 2006

Astagfirullah…. Subhanallah…. Ya Allah Ya Rabbi

Bismillah

Tiada kata yang patut terucap kecuali Puji Syukur ke Hadirat Allah SWT..
yang selalu jadi pelindung dan menjadi rahmat bagiku

Sebuah cerita yang terjadi terhadap diriku.. tapi mungkin bisa bagi orang lain ….
————————————————————————————————

Pagi itu aku banget terlambat, karena kecapekan jadinya shalat subuhnya telat <ya Allah ampuni dosaku>.
Ku masih belum bisa menahan rasa kantuk dan capekku akhirnya masih tidur sampai jam 9.

Jam 9 ku bangun ku capek, pagi ini tidak ada kegiatanku di kost serasa ingin beraktivitas berat mending cari aktivitas di luar."Oh iya Hardiskku rusak dan HPku kayaknya perlu diservis dikit… neh… kayaknya perlu ke THR atau WTC neh" kataku.
akhirnya ku langkah kakiku ke kamar mandi untuk bersih diri sekalian menyegarkan badan.

"Tapi kayaknya ke BEM dulu ah sapa tau ada motor yang bisa di pake di sana"lanjutku. Tapi pikirku" siapa tau masih ada teman-teman yang mau berangkat ke Porong ke tempat pengungsian Lapindo jadi keinginanku beberapa hari lalu untuk ngajarin anak2 pengungsi bisa kecapaian".

ya ke BEM anak2 Pengmas lagi pada ngumpul, aku tanyain "ada kendaraan gak ke porong?, aku pengen ikut" awalnya mereka bilang gak ada… tapi akhirnya si rina mau pinjamin motornya.. tapi katanya Zakky dia mau terus ke PIMNAS.

Wah dalam hatiku "Ke PIMNAS? pengen Banget kemaren sy gak menikmati benar PIMNAS yang berangkat hari selasa lalu, pengennya ke sana lagi kal sempat"
Tapi RIna gak mau, gak dibolehin, tapi akhirnya Fanani sendirian di motornya, dan dia juga kepengen ke PIMNAS katanya blum sempat ke sana. Ya udah ku sama Fanani. Akhirnya berangkat juga ke Porong.
Ku lalui asap2 kendaraan bermotor di kota Surabaya yang begitu penat..
sampai akhirnya melintasi daerah Yang terkena Banjir Lumpur Panas Lapindo, bau H2S nya begitu menyengat.

Sampai juga di Pasar Baru Porong tempat pengungsian. Saya datangnya terlambat teman2 sudah pada ngajar.Sedih juga melihat keadaan mereka yang masih di pengungsian.

Wajah2 yang tidak berdaya, wajah yang ceria, ada juga wajah nakal dari mereka, tapi wajarlah mereka masih anak2. Saat melihat anak2 itu ku melihat wajah2 adikku di Sekolah Rakyat yang sudah sy tinggalkan 3 minggu tidak mengajari mereka. Dalam hatiku berjanji "Minggu Depan aku harus ke sana, apapun aktivitasku".

jam 3 akhirnya selesai juga mengajar mereka, kita shalat Ashar dulu, setelah itu bersiap ke Malang untuk meliat PIMNAS lagi. akhirnya berangkat juga ke Malang, walaupun sedikit trouble. si Zakky bawa teman yang gak mau ke malang. akhirnya untuknya temannya itu mau ikut setelah di bujuk.

"Fanani, aku yang bawa motor yah, gantian kamukan capek, tapi aku gak ada SIM loh, nanti gantian di jalan aja kalo emang ada Razia.ok" kataku. akhirnya disanggupi.

Ku bawa dengan mengikuti jejaknya Zakky, tapi dia terlalu cepat akhirnya sy juga gak melihat sudah di mana Zakky, "yah gak papa kan ada petunjuk gampangkan" kataku lagi.

Di lintasan cepat Malang-Surabaya ku kencangkan laju motorku sesuai dengan keadaan jalan.
Tapi….

Kejadian itu akhirnya berlangsung, tiba2 ku melihat ada motor di depanku mendadak melambatkan laju motornya ternyata lewat rel kereta api, aku gak liat kirain masih jalan yang mulus. karena dasar sy masih kurang pengalaman pake motor (Upz SIM aja blum punya) aku rem mendadak di rel kereta apinya, aku ngak bisa menguasai lagi motor itu, motor itu akhirnya oleng untuknya cuman nyerempet motor di depanku tadi itu…..

ASTAGFIRULLAH……….Astagfirullah Astagfirullah….

Subhanallah Allah masih bisa memberikan udaranya kepadaku.

Bukan nyerempetnya motorku dengan motor itu jadi pikiranku, karena orangnya nuntun ganti rugi karena buat knalpotnya rusak dikit, pembungkusnya terbuka, tapi ………

Seandainya tadi itu saya benar-benar tidak bisa menguasai motor itu dengan benar, mungkin sy sudah mati dilindas mobil2 besar da n tronton Gede yang lewat….

Seandainya pertolongan Allah datangnya terlambat mungkin sy sudah dirumah sakit, tetapi Allah masih memberiku kesempatan menghirup udaranya…

Seandainya aku mati, siapkah aku menghadapMu ya Allah?

Tadi malam mungkin aku telah berbuat dosa padaMu ya Allah, barangkali ini menjadi balasan bagiku..
ataukah aku telah melupakan adik2ku di Sekolah Rakyat sehingga aku mendapat balasan dari Allah dengan kejadian ini….

Ya Allah ampuni dosaku ya Allah, ampunilah ya Allah. hanya kepada-Mu aku menyembah dan bersujud.

Terima kasih ya Allah aku diingatkan, aku ditegur dengan kejadian ini…..

Setelah itu aku ke malang lanjutkan perjalanan, tetapi yang bawa fanani, dia kayaknya takut kalo sy yag bawa.
akhirnya sampe di UMM kampus yang begitu megah dengan Tekstur tanahnya tetapi lewat karang ploso, ke batu. katanya sih dekat, tapi karena gak lewat kota malang jadi terasa jauh..

Sampai di sana sudah magrib akhirnya ku ke Masjid Fachruddin, Masjid UMM yang 4 lantai berdiri kokoh di tepi Sungai Brantas…. Ternyata jauh juga,kirain cuman sejam.. ternyata hampir 2 jam…. capek juga ternyata.
Shalat Magrib… aku masih teringat kejadian tadi…..

Eh ketemu teman2 katanya STANDnya udah di tutup, wah sayang padahal sy masih mau jalan2. Katanya jam 7 ntar penutupan, ya udah aku nurut aja.Menunggu sampai Isya, akhirnya makan dulu sama isi pulsa…

Wow begitu banyak yang saksikan penutupan PIMNAS XIX, juara demi juara di umumin, termasuk ITS yang banyak dapat penghargaan, yah walaupun peringkat ke dua tapi ITS begut Hebat. Suaraku Hilang teriak2 kemenangan2 ITS.

Akhirnya pulang juga setelah foto2. Pake motor pengennya sih sy bawa motor, tapi Fanani pengen dia yang bawa.

Ke Songgoriti ke tempat penginapannya TIM PIMNAS ITS, katanya sih masih ada tempat nginap ya ke sana aja nginap, besok pagi2 pulang ke Porong lagi saksikan penutupannya kegiatan PEngmas Ceria untuk Porong.

3 motor dipake untuk ke SOnggoriti, tapi motornya Gigih terlalu cepat akhirnya aku sama Motorku dan Motornya Praja masih beriringan…

Tetapi Sungguh diluar dugaan…
Sebuah motor ada di tengah jalan, gak tau tuh napa tuh motor ada di situ….
Untuk praja masih bisa menghindar, tapi mnyempet…..
Tapi sungguh mendadak Allah menegur ku lagi untuk kesekian kalinya…..
Motor yang ku pake yg dikendarai Fanani tidak kuasa menghindar, akhirnya nabrak motor itu, dan ku berdua terjatuh dari motor itu,….

Teman, itu pertama kali aku jatuh dari sebuah motor. pertama kali kecelakaan dengan namanya motor…

Aku tidak atau apa yang terjadi dalam beberapa detik setelah jatuh…. Tetapi perasaanku serasa saya sudah ada di daerah lain di suatu tempat yang tidak tau dia mana tempat itu berada…
Apakah aku sudah mati? apakah ku sudah saatnya ku bertemu dengan Allah???

Ternyata ya Allah Engkau masih memberi kesempatan sekali lagi untukku menghirup udaraMu…..
Ku bangun dari jatuhku, walaupun aku terjatuh aku ternyata tidak apa2 cuman celana ku aja robek dikit…..

Tapi bagaimana dengan Fanani? ku bercampur takut dan sedih…. meliat masih tergeletak di sampingku.. Beberapa saat kemudian kuangkat dia……dan orang2 di sekitar situ langsung menolong kami….
Subhanallah
Ternyata Fanani hanya luka2 lecet di dagu dan kakinya.. tidak terjadi apa2….

Orang-orang sekitar akhirnya menolong kamu,walaupun motornya fanani kap depannya patah harus diganti…..

Ya Allah Engkau telah menegurku untuk kedua kalinya di hari yang sama diwaktu yang tidak begitu lama dari kejadian pertama
ya Allah Engkau memperingatiku lagi….
ya Allah aku Takut  ya Allah

Terima Kasih ya Allah masih memberikanku nyawa kehidupan ini

Terima Kasih kepada Engkau Yang  Maha Adil, Maha Besar, Maha Penolong…..

Engkau telah menegurku 2 kali untuk hari ini engkau ternyata masih meberikan udara itu kepadaku….

Ya Allah Mungkin ini balasan atas dosa2ku, atas dosa2 yang terjadi sedetik yang lalu, atau dosa2ku  semenit yang lalu, dosa2ku sejam  yang lalu, atau dosa2ku yang kemaren2………

ya ALlah terima kasih telah memberikan ganjaran atas dosa2ku di sini… bukan di akhirat, bukan di nerakamu yang sangat panas itu….

Ya Allah Ku hidup untuk mengabdi padaMu
ya Allah Ku CInta padaMu
ya Allah Ku rindu Engkau

Ya Allah bebaskan aku dari dosa2mu
Ya Allah Bebaskan aku dari perilaku maksiat yang Engkau Larang
Ya Allah Tetapkan hatiku untuk tetap mengingatMu
Ya Allah aku takut padaMu
Ya Allah Aku takut ay Allah terhadap NerakaMu
Ya Allah
Ya Allah
Jiwa ini milikMu dan hanya Benar ini milikMu, bukan milikku, atau milik orang tuaku, bukan pula milik teman2ku…
Tetapi ini milikMu

Tetapkan hatiku jika sewaktu2 Jiwa ini kembali kepadaMu

Siapkan hati ini untuk siap menghadapMu
Siapkan hati ini untuk MATI menghadapMu
Siapkan hati ini ya Allah…

Aku adalah hambaMu

Ampuni Dosaku ya Allah

The Side Of Me

Its Me AruL

SEMUT DI DALAM TELINGA

Ada seorang pekerja yang sedang bertugas di sebuah perusahaan. suatu
ketika, tanpa disengaja dia menginjak sarang semut hingga lantai
dipenuhi kawanan semut, semut-semut yang tak terkira jumlahnya sampai
merayap ke seluruh tubuhnya.

sebentar kemudian, dia merasakan telinganya amat gatal. disangkanya
semut-semut sudah merayap masuk ke telinganya, hingga dia memutuskan
untuk berobat ke dokter. hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa
telinganya tidak dimasuki semut, tapi anehnya dia tetap bersikeras
mengatakan telinganya terdapat semut. banyak dokter telah dicari,
tapi hasilnya tetap sama.

seorang temannya menganggap dia terlalu dilanda prasangka dan
perasaan yang berlebihan, hingga menjadi penyakit psikis. kalau betul
demikian, tak ada gunanya mencari dolter, melainkan yang dibutuhkan
adalah seorang psikiater.

psikiater memeriksanya dengan teliti dan mengatakan positif, "Ada,
memang ada. tapi sebelum semutnya dikeluarkan, harus terlebih dahulu
disuntik." lalu diapun merebahkan diri untuk disuntik dengan obat
bius. dia tertidur pulas, saat mulai siuman, psikiater membunyikan
beberapa batang perkakas medis di samping telinganya hngga berdesing,
lalu menunjukkan dua ekor semut yang ditangkapnya dari sisi meja
seraya berkata:" kini anda telah sembuh, semut itu telah saya
keluarkan." mendengar ini, si pasien amat bergembira dan mengucapkan
terima kasih kepada psikiater.

PENJELASAN:
Telah dapat dibuktikan, bahwa dari kecurigaan akan melahirkan sosok
mara. kalau sudah dilanda prasangka bagaimana mungkin bisa melahirkan
kepercayaan diri? terlebih lebih kalau sudah mencurigai kebenaran
hukum Tuhan, bagaimana mungkin dapat membina diri lagi?

From : Kisah Dharma (motivati_net)

Raker di Kampus, Diwarnai Aksi dan Kontrak Politik

      

      

       

   

      

      

  Theater B, ITS Online
- Tak hanya di jalanan, aksi dari departemen Wacana Publik BEM ITS juga
dugelar di saat rapat kerja berlangsung. Kontan saja ini membuat suasan
gaduh dan juga tegang. "Kami sengaja menyetting presentasi dari
departemen kami dalam bentuk aksi. Ini kami lakukan untuk membuat
suasana lebih menarik dan kondusif. Dan ternyata memang benar,
teman-teman kami yang semula banyak yang ngantuk, saat kami presentasi
semangat mereka timbul kembali," ujar Agis Firdaus, Menteri Departemen
Wacana Publik BEM ITS.

Dalam aksinya tersebut, deprtemen wacana
publik menyampaiakan visi, misi, serta program kerja mereka selama
setahun kedepan."Program kerja kami yang paling dekat adalah menggarap
tentang kasusus Lapindo, tentunya kami akan melakukan advokasi. Namun
semuanya masih perlu pembahasan lebih lanjut" ujar mahasiswa yang akrab
dipanggil Agis ini.

Yang menarik, dalam presentasinya tersebut,
departemen Wacana Publik juga mengajukan kontrak politik terhadap
departemen-departemen yang lain dalam tubuh BEM ITS. Salah satu isinya
adalah masing-masing departemen akan mengirimkan wakilnya pada setiap
aksi yang dilakukan Departemen Wacana Publik. "Kami prihatin, pada
setiap aksi yang datang hanya segelintir orang saja, oleh karena itu
kami minta komitmen teman-teman untuk tetap bersama dalam setiap aksi
kami," terang Agis.

Tak ada satupun Departemen yang menolak
kontrak politik tersebut. Namun di sela-sela penandatanganan surat
kontrak, Media Komunikasi dan Informasi (KomInfo) mengajukan pula
kontrak politik terhadap Deprtemen Wacana Publik. "Kami tak ingin
sekedar ikut aksi saja, itu sama saja dengan pembodohan terhadap kami.
Oleh karena itu, kami mohon terhadap Departemen Wacana Publik untuk
juga melukan pembelajaran terhadap Departemen yang lain di bidang
sosial politik," ujar Yuda Dhian Harja, Mentri Departemen KomInfo.

Menanggapi
hal tersebut, Agis berjanji akan terus melakukan pembelajaran terhadap
seluruh kelurga BEM ITS. "Kita semua berkumpul dalam satu keluarga, tak
patut kiranya jika kita menyimpan apa yang kita miliki. Departemen
Wacana Publik tetap berusaha memberikan yang terbaik terhadap
teman-teman semua," kata Agis.

Ikut Prihatin, Raker di Kampus

Sementara
itu untuk tahun ini Rapat Kerja BEM tidak diadakan diluar ITS. Raker
kali ini diadakan di Theatre B ini, dan merupakan salah satu wujud rasa
keprihatinan BEM ITS terhadap sederetan bencana yang melanda negri ini.
"Kami rasa rapat kerja tak harus dilaksanakan di luar kampus, lagian
akhir-akhir ini Indonesia sedang dilanda musibah yang beruntun. Ini
adalah salah satu wujud rasa belasungkawa dan keprihatinan dari kami,"
ujar Asruldin Azis, Mentri Hubungan Masyarakat BEM ITS.

Mahasiswa
yang akrab dipanggil Arul ini mengungkapkan, memang sebenarnya ada
rencana untuk rapat kerja di luar kampus, namun melihat keadaan dan
suasan niat tersebut akhirnya diurungkan."Memang ada niat kami untuk
mengadakan rapat di luar kampus, itu bertujuan untuk menjaga
kondusifitas rapat. Namun dari rapat kabinet, kami sepakat untuk
mengadakan rapat di kampus. Toh walaupun di dalam kampus ternyata
suasananya juga sangat kondusif," terang Arul.

Selain mewujudkan
kepeduliannya dengan tidak mengadakan rapat kerja di luar kampus, BEM
ITS juga telah menghimpun dana untuk dikrimkan ke korban gempa dan
tsunami di Pangandaran. "Sampai saat ini telah terkumpul dana lebih
dari dua setengah juta, kecil memang bila dibandingkan dengan besarnya
pendapatan kami untuk sumbangan korban bencana sebelumnya. Tapi kami
masih terus berusaha menghimpun dana untuk saudara kita di
Pangandaran," ungkap Arul.(jie/rif)

Taken from ITS Online

Koreksi diri sebelum terlambat

 

Saudaraku.. saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores..

goresannya bagai menyanyat hati kita.. saat kita kehilangan handphone

ditengah jalan.. separuh tubuh ini seperti hilang bersama kebanggaan kita

tersebut.. saat orang mengambil secara paksa uang kita.. seolah terhempas

semua harapan.

Tetapi saudaraku.. tak sedikit pun keresahan dalam hati.. saat kita

melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah.. kita masih merasa tenang

meski terlalusering melalaikan sholat.. kita masih berdiri tegak dan sombong

meski tak sedikitpun infak dan sedekah tersisih dari harta

kita.. meski disekeliling kita anak anak yatim menangis menhan lapar..

Saudaraku.. ada apa dengan kita?..

Saudaraku.. kata kata kotor dan dampratan seketika keluar.. tatkala sebuah

mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita.. enggan dan malu

kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan

tanggalkan pakaian yang robek bolong dan menggantinya dengan yang baru.

 

Tetapi saudaraku.. kita takpernah ambil pusing dengan tumpukkan dosa yang

mengotori tubuh ini.. kita takpernah merasa malu meski wajah kita penuh noda

kenistaan.. kita pun takpernah tahu titik titik hitam terus menyerang hati

ini hingga saatnya hati kita begitu pekat.. dan kita takpernah mencoba

memperbaharuinya.. Saudaraku.. ada apa dengan kita?..

Saudaraku.. kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak

didengarkan.. hati ini begitu sakit jika tidak mengindahkan panggilan kita..

terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita

seorang pengusaha kepala pemerintah tokoh masyarakat bahkan orang

terpandang.. kita sangat khuatir kalau kalau orang membenci kita.. dan berat

rasanya saat orang orang meninggalkan kita.

Tetapi juga saudaraku.. tidak jarang kita abaikan nasehat orang.. begitu

sering kita tak memperdulikan adzan.. takbergetar hati ini saat lantunan

ayat ayat Allah terdengar ditelinga.. dengan segala kealpaan dan

kekhilafan.. kita takpernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya

membenci kita dan memalingkan wajahNya.. kita pun takpernah mahu tahu

Baginda Rasulullah saw. mengenali kita atau tidak diPadang Masyar nanti..

kita juga tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang orang soleh

dan beriman.. Saudaraku.. tanya dalam hati kita masing masing.. ada apa

dengan kita?..

———————————————————————————————————-

Dari milist Tetangga

Semoga jadi pelajaran buat saya dan anda..

Idealisme Patah Asa

Sesaat terkesima melihat tingkah laku manusia
yang tiada terkira…
yang kadang ada disisi kiri kadang pula ada di sisi kanan

Heran
Tingkah laku yang patah ara
Tidah tau arah
Pun tau apa yang tidak tau
Perkasa dalam berkata
tapi sayang tidak
perkasa dalam berperasaan

Langkah tertatih oleh seorang … yang tidak tau arah…

Ujianku di malino beberapa tahun silam

X9Ini adalah suasana kelasku 4 tahun lebih yang lalu…
di situ saya terlihat begitu serius menyelesaikan Ujian…. di lab kimia…
wow masihkan kerajinan dalam mengerjakan soal.. tetapi padaku

Mungkin sekarang sudah berbeda 180 derajat…. dari yang dulu…
mungkin perubahan orientasi kali ya…
Moga apa yg sy lakukan sekarang tetap dalam jalan Lurus-Mu ya Rabbi
Hindarkan aq dari kesombongan

9.43 am 15 Juli 2006

Bismillaahirahmaanirrahiim
Maasa Tafakkaruna Ya Akhi??
……………
Masih ingat ketika Pak Karim berkata itu ketika belajar Bahasa Arab….

"Kata teman saya.."
Mr, Samsiar Said

Waduh lagi iseng neh.

Itali vs Jerman? dibalik kemenangan Itali

> Dibalik kemenangan ITalia… ada semangat.. ternyata usaha ke 9999 itu ada…..

> Dibalik kemenangan Italia itu ada sebuah perjuangan yg takkunjung lelah, bagaimana akhirnya Italia menang….

> Dibalik kekalahan Jerman ada sebuah hikmah…. sebuah kekalahan dengan sebuah predikat terhormat… sekali lagi bukan hasil yg selalu menjadi orientasi… tetapi nilai proses yang begitu mempengaruhi hidup….

> Dibalik kemenangan Italia itu mengulang ceritanya Thomas Alva Edison…

untung gue bangun sebelum Italia cetak Gol…… hehehehe….

Sekedar menunjukkan bahwa usaha sebagai bagian terpenting dari hidup… usaha dengan semangat…. jangan terhenti langkahmu dengan sebuah kegagalan…..

Sekedar mengingat apa yg ku omongin pas rapat kemaren dengan staf2 ku……

Aku Rindu Pada-Mu

Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat,
berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang
memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau
berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari
waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua
permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya)
adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut
kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari
ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah
dilapangkan rizqi itu untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI UANG
DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB. Hingga suatu saat ia mendengarkan
ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan
selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak
penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa
dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin
rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada
Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam
menghidupi hidup ini.

Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan
perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA
SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK
SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA
MINGGU DIRUMAH SAKIT.

Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya
kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan
menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada
Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang
dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang
rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin
berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam
harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya.
Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya,
"Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!".
Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia
dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang
yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung _.. ahhhhh.

Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap
malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar
bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul
pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan,
tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam
harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM
DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIMU YANG SEMPURNA INI.
KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI
BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH
RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG
DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA
DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"

Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia
berniat seperti itu (’mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya). Beliau
berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia
tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin
merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya
yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya
duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika
beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka
bersimpuh, tidak mampu… kepalanya dan matanya tidak mampu memandang
dengan menengadah.

Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu
Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI
FULAN, HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri
dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih,
"Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu.
Dia mengatakan demikian : "Wahai Allah yang menciptakan malam dan
siang, yang dengan mudah menciptakan dirimu yang sempurna ini. Karena
Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku
tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin
berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu.
Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku
sudah dekat denganMu !"
  Ampuni dia yaa Al ‘Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"

Tersentak beliau, itu…_u kata-kataku semalam_ …celaka, pikirnya.
Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat
menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya
yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang
gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan
pemintaan-permintaa

nnya
kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku
berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya,
Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging
haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan
hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah
Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu
kepadanya… rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"
   
Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya
semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara
tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini
aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya
ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa
hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii…
   
Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’,
kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia
bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan
lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "…aa Allah, Yaa
Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku
hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa
dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak
membenciku aku rela…aa Allah, aku rindu padaMu…"
   
  Semoga menambah keimanan dan ketekunan kita dalam mengerjakan sholat lail…amiin.
———————————————————————————————————————-
Sumber : dudung.net

Cerita sungguh menyentuh banget walau dapatnya dari milist tetangga

Pearls of Wisdom

               
              Pearls of Wisdom (dari milist tetangga)

 

Don’t cry over anyone who won’t cry over you.         
Good friends are hard to find, harder to leave,
and impossible to forget.         
You can only go as far as you push.      
Actions speak louder than words.         
The hardest thing to do is watch the one you love,
love somebody else.         
Don’t let the past hold you back, you’re missing the good stuff.      
Life’s short. If you don’t look around once in a while
you might miss it.   

A BEST FRIEND is like a four leaf clover,
HARD TO FIND and LUCKY TO HAVE.   

Some people make the world SPECIAL just by being in it.      
BEST FRIENDS are the siblings God forgot to give us.         
When it hurts to look back, and you’re scared to look ahead,
you can look beside you and your BEST FRIEND will be there.   

TRUE FRIENDSHIP "NEVER" ENDS…Friends are FOREVER.         
Good friends are like shooting stars….You don’t always see them, but
you know they are always there.         
Don’t frown…
You never know who is falling in love
with your smile.   

What do you do when the only person who can make you stop crying   is the person who made you cry?         
Nobody is perfect until you fall in love with them.             
Everything is okay in the end…
If it’s not okay, then it’s not the end.      

Most people walk in and out of your life,
but only friends leave footprints in your heart.   

Send this on to all your friends… If u get it back from any one ..
this means . she/he mean not alot …. but atleast u can think that u
mean something to Her/Him .. :) … take care ..

Next Page »