Archive for August, 2006

Jika Esok Tak Pernah Datang

Jika Esok Tak Pernah Datang (Dari milist tetangga)
Oleh: Bayu Gawtama

Setiap bangun tidur dan membuka mata, yang terucap adalah kalimat syukur
bahwa Allah masih mengizinkan diri ini kembali melihat fajar. Merasai
hembusan angin pagi yang menerobos celah jendela, dan menjumpai semua yang
semalam terlihat sebelum mata terpejam masih seperti sedia kala, tidak ada
yang berubah.

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di gerbang mungil menuju arena
perjuangan kehidupan. Dengan tuntunan-Nya lah diri ini tak melangkah ke
jalan yang salah, tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang,
tak memamah yang tak halal, tak mendengar yang batil, dan tak banyak
melakukan yang sia-sia. Karena setiap waktu yang terlewati pasti akan
ditagih tanggungjawabnya. Lantaran semua jalan yang dilalui akan dimintai
kesaksiannya atas diri ini. Dan sebab seluruh indera ini akan diminta bicara
tentang apa-apa yang pernah tercipta.

Hari ini, masih ada lalai terbuat. Masih juga lengah sehingga khilaf
tercipta. Meski segunung tausyiah pernah didengar, mulut ini masih terselip
berucap dusta, saringan telinga ini tetap tak mampu membendung suara-suara
melenakan, dan masih saja ada perbuatan yang salah, walau itu dalam bingkai
alpa. Padahal, di setiap terminal ruhiyah, sedikitnya lima kali sehari lidah
ini berucap, tangan ini tertengadah, dan mata menitikkan butir bening,
seraya memohon perlindungan dari Allah dijauhkan dari salah dan dosa.
Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat.

Setiap hari menangis, setiap hari meminta ampunan, setiap hari berbuat
salah. Hari ini mencipta dosa, esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata,
menyusun kalimat doa, menganyam pinta semoga Allah menghapusnya dalam
sekejap. Detik ini berbuat salah, terlalu lama menghapusnya, bahkan kadang
lupa. Padahal, bisa saja sedetik kemudian diri ini tak lagi sempat memohon
ampunan. Lupakah bahwa waktu sangat cepat berlalu. Lupakah pula bahwa
menyesal di akhirat hanyalah kesiaan yang nyata?
Bagaimana jika hari esok tak pernah datang, padahal baru saja seharian ini
berenang di lautan dosa. Padahal belum sempat menghapus noda hari ini,
kemarin, sepekan yang lalu, setahun lalu, dan bertahun-tahun yang lalu.
Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita setelah sepanjang
malam terlelap? bagaimana jika perjumpaan dan canda riang bersama keluarga
semalam adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok harinya ruh ini melihat
seluruh keluarga menangisi jasad diri yang terbujur kaku berkafan putih.

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat, tak seperti biasanya dari
timur? Padahal hari ini lupa menyebut nama-Nya. Padahal di hari ini, belum
sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, dan
orang-orang yang pernah tersakiti oleh lidah dan tindakan kita. Sudah
terlalu lama tak mencium kaki orang tua mencari keridhaannya, walau tak
terhitung salah diri. Belum lagi sempat berderma, setelah derma kecil
beberapa tahun lalu yang sering kita banggakan.

Dan jika memang esok tak pernah datang. Sungguh celakalah diri ini.
Benar-benar celaka, bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup. Bila
belum mendengar ungkapan maaf dari orang-orang yang pernah terzalimi, bila

belum menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain, bila belum sempat
meminta ampun atas segala salah dan khilaf yang tercipta.

Maka, saat pagi ini Allah masih memperkenankan diri menikmati fajar,
mulaikan hari dengan kalimat, "terima kasih, Allah" (Gaw)

CASHFLOW LANGIT

CASHFLOW LANGIT

Zainab berkata:
Kalian dikawinkan oleh keluarga kalian, sementara aku dikawinkan oleh
Allah SWT dari atas langit yang tujuh
(HR. Bukhari)

Mawar tak berkuncup, ia masih saja memainkan pena yang melekat di
jemari
lentiknya. Putih bersih sebersih kertas yang ingin ia tulis oleh
ungkapan hatinya. Mawar tak berkuncup meski sedikit saja. Ia masih
digalau keraguan yang bersemayam lama dihatinya, hatinya tak lagi
berdamai dengan kenyataan yang menerpa dirinya. Mawar merunduk sedih,
begitu lama ia masih saja memainkan pena yang melekat di jemari
lentiknya. Ada apa dengan Mawar?

Di PT. Astra Internasional, di ruangan ber-AC tak membuat Mawar
menguncup mekar. Tugas-tugas kantorpun dikerjakan dengan setengah hati.
Padahal hari belumlah beranjak dzuhur tapi berkali-kali ia
memperhatikan
Masjid yang terlihat
di kaca dekat meja kerjanya. Mawar yang menjabat Assisten Manajer di
kantornya itu
mempermainkan pena, mencoret-coret kertas folio yang
menumpuk di meja kerjanya. Entah sudah berapa kertas yang bergulung
lecek membulat di
bak sampah itu. Kenapa Mawar tak memekarkan kuncupnya?

Di rumahnya pun Mawar terlihat jelas oleh Ibunya tampak tak berkuncup
seperti biasanya. Tapi Ibunya tak memberanikan diri untuk bertanya
padanya. Ibu hanya tersenyum tulus sambil membelai rambut Mawar yang
menjuntai panjang
menutupi dadanya yang mendatar. 23 tahun dia telah membesarkan Mawar,
anaknya yang paling dibanggakan. Lalu siapakah kini yang merenggut
ketakkuncupan anaknya itu?

Saya bukan siapa-siapa dan bukan pula apa- apa. Saya lahir dari
keluarga
yang serba kekurangan, Bapak saya yang sejak 2 tahun lalu pensiun sudah
tidak bisa lagi membiayai anak- anaknya sekolah…

Saya memang masih kerja di perusahaan swasta dengan gaji yang habis
untuk kebutuhan orangtua dan adik-adik saya, tapi sejak krisis moneter
mulai
ada perampingan di perusahaan tersebut dan kemungkinan saya salah
satu orang yang akan dirumahkan. Hanya tinggal menunggu waktu saja

Saya berkeinginan menikahi kamu bukan karena apa-apa, bukan karena
pekerjaanmu, kekayaanmu, kecantikanmu atau apalah namanya. Saya hanya
merasa kamu lah wanita yang mampu membantu saya bersama-sama mengarungi
samudra kehidupan ini. Berdua lebih baik dari sendiri

Kata-kata itu kembali terngiang dari sudut lamunan Mawar, perkataan
Gilang yang mengungkapkan kondisi diri dan Keluarganya begitu merasuki
relung batinnya. Membimbangi sekaligus menyesakkan Airmata menggenang
di
kelopak mata bening Mawar, tumpah jatuh ke pipinya yang merona. Mawar
tak kuasa menahan tangis yang kian menderas sederas hujan sore tadi.
Mawar membiarkan kuncupnya tak merekah begitu saja. Mawar mengapa
menangis?

Mawar jadi kian rajin mendekat dengan Tuhan- Nya. Berlama-lama di
sajadah yang dibelinya 1 tahun yang lalu
saat menyambut Hari Raya Iedul
Fitri. Rajin pula ke toko buku mencari buku-buku tentang pernikahan,
tentang penyejuk hatinya yang terlihat gersang. Rajin pula menemui guru
ngajinya yang dulu pernah membimbing dirinya mengenalkan Islam dengan
begitu sederhana tapi dahsyat. Tapi Mawar tetap belum berkuncup,
apalagi
memekar.

Mawar menerima pinangan Gilang, karena memang tak layaklah untuk tidak
menerimanya. Gilang yang sholeh,  bersahaja, rajin mengisi pengajian di
mana-mana, rajin sholat berjamaah di Masjid rumahnya, rajin memimpin
demo ketika masih kuliah. Tak merokok, pacaran apalagi main perempuan.
Gilang yang sederhana, apa adanya dan sangat low profile. Lalu kenapa
Mawar belum menguncupkan dirinya? Hanya Mawar yang tahu persis.
Ungkapkanlah Mawar..

Saya percaya bahwa selama saya bersama Allah maka segala urusan saya
akan diurus oleh- Nya, maka saya tak pernah khawatir terhadap episode
yang sedang, akan
dan nanti dilalui oleh saya Ungkap Gilang saat Mawar
mengungkapkan keraguannya untuk menerima Gilang menjadi pasangan
hidupnya. Mawar ketika itu hanya menunduk dan tanpa menguncupkan
dirinya. Raut mukanya kian meredam.
Mawar tahu itu, tapi hatinya berbicara lain. Hanya saja Mawar tak
sanggup untuk menolak pinangan Gilang bersama keluarganya itu. Mawar
hanya mengangguk dan menangis begitu saja. Tangis haru ataukah
sendu?Mawar jawablah.

2 minggu sebelum hari pernikahannya, Mawar mendapat kabar bahwa Gilang
di PHK. Kekhawatirannya tertunai sudah. Adakah niat suci mampu meredam
realitas hidup? Mawar bertanya dalam hatinya. Mawar meneguhkan diri
dengan
janji Allah lewat firman-NyaAn-

Nur: 32yang ia tempel di dinding
kamarnya. Mawar sekuat jiwa melepas pasrah pada segala realitas yang
ditakdirkan untuk dirinya pun untuk Gilang suaminya nanti.

Mawar, kau pasti kecewa melihat saya yang sudah tak bekerja lagi. Tapi
percayalah
saya bukan lelaki yang bertopang dagu. Kau adalah tanggung
jawab saya, gajimu, uangmu adalah milikmu seluruh. Aku tak akan
menganggu itu,
tapi uang saya, jerih payah saya adalah uang kamu juga. Percayalah,
Allah telah memberikan rezeki sesuai porsinya sesuai kadarnya dan
sesuai
kehendak-Nya Gilang berucap, usai menunaikan sholat Maghrib bersama
Mawar yang
telah menjadi suaminya 2 hari yang lalu.

Mawar hanya terdiam, menggenangkan airmata di kelopak mata jernihnya
sambil mencium punggung telapak tangan  Gilang, suaminya kini. Gilang
seperti membaca batin Mawar. Dikecupnya penuh haru ubun-ubun Mawar
persis
seperti yang Gilang lakukan di malam pertama itu. Kidung mesra
menyelimuti mereka berdua.
Sejenak saja.

Mawar meminta kepada Gilang untuk tinggal dirumah orangtua Mawar,
karena
Mawar lebih nyaman disana. Lebih luas, tidak sumpek dan selalu bersih.
Tapi Gilang bersikeras untuk tinggal di rumah
orangtuanya saja. Mawar
kecewa tapi
tak berani untuk diungkapkan. Mawar pendam disudut hatinya, mendekam
hari demi hari. Bulan demi bulan. Sampai akhirnya terbacalah oleh
Gilang
kekecewaan Mawar dengan pilihannya.

Mawar, ada banyak ketidaknyamanan yang justru membentuk kepribadian
kita
menjadi struggle, kokoh. Apakah saya merasa nyaman di rumah ini? tidak,
tidak sama sekali Mawar..tapi dari ketidaknyamanan inilah saya menjadi
seperti
ini sekarang, membentuk saya agar tak mudah menyerah, mensyukuri apa
yang ada, tidak
meratapi keadaan dan berusaha keluar dari ketidaknyamanan ini.
Bagaimana
caranya? Ya dengan menjalani rasanya tidak nyaman ini. Mawar mau kan
memahami ini?menjalani ini dan belajar dari ketidaknyamanan ini?. Insya
Allah tidak akan lama, karena kita harus punya rumah sendiri, untuk
kita, untuk anak-anak kita…membentuk keluarga yang sakinah
mawaddah warahmah.. Gilang berujar dengan nada harap.
Gilang sebenarnya
juga terlalu risih jika harus tinggal dirumah mertuanya. Meringsek di
ketiak keluarga Mawar, dimana harga diri kelelakiannya? Mau ditaruh
dimana wajahnya ini? Gilang bersikukuh. Dan satu hal lagi, Gilang ingin
Mawar mematuhi keinginan baiknya itu. Karena ketaatan seorang istri
setelah Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya barulah kemudian
kepada kedua orangtuanya.

Mawar belum mau mengerti itu, Mawar merindui rumahnya yang sudah 3
bulan
ini tak ditinggalinya. Dan baru 2 kali  mengunjunginya dan itupun tidak
menginap. Mawar kasihan dengan Ayah dan Ibunya. Mereka sudah tidak
punya
tempat berlabuh lagi. Selain itu tempat tinggalnya kini sangat jauh
dari
tempat Mawar bekerja. Sehingga membuat Mawar harus berangkat lebih pagi
dan pulang cukup malam. Kenapa Gilang tak memahami itu, kenapa justru
dia yang harus
memahami ketidaknyamanan ini? Mawar bertanya keras di dalam hatinya.
Mawar tak
berani mengungkapkannya dihadapan Gilang. Hanya diam yang
merayap.
Ada sesuatu yang membuat hatinya luruh. Sikap Gilang setiap waktu yang
tidak berhenti untuk mengatakan Mawar sayangku, aku mencintaimusepenuh
hati. Sungguh. Itu dilakukan Gilang saat ingin tidur dan saat Mawar
berangkat kerja. Tapi Mawar tak mengekspresikan ungkapan Gilang itu
dengan sebagaimanamestinya. Mawar masih saja tak berkuncup. Hanya
mulutnya saja yang mengembang, senyum memanis.

Sudah 11 bulan waktu berjalan. Gilang sudah mulai mendapatkan
penghasilan lewat Bisnis yang digeluti bersama 4 orang temannya. Bisnis
advertising & Event Organizer. Gilang tahu kalau Mawar belum bisa
menerima dirinya sepenuhnya jika belum bekerja formal, kerja kantoran.
Gilang sudah menjelaskan kepada Mawar bahwa bisnis
sudah menjadi pilihan hidupnya. Gilang sudah enggan untuk kerja di
kantoran. Gilang ingin jadi bos, ingin punya karyawan yang menjalankan
bisnisnya.
Berkat bisnis advertising & EO ini Gilang bisa beli Motor
walau masih kreditan.
Motor Honda Karisma dibelinya untuk memudahkan dirinya untuk keliling
ke
Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan
jasanya dan mengantarkan Mawar ke bus kota sehingga Mawar tak perlu
lagi
berangkat terlalu pagi dan pulang pun tak perlu khawatir, karena
arjunanya akan setia menunggu di tepi jalan dekat bus yang ditumpangi
Mawar berhenti.

3 bulan lagi Gilang bersama 4 temannya itu akan mendapatkan proyek
senilai 590 Juta untuk mengadakan Pameran Automotive di Jakarta.
Lumayanlah bagi hasilnya buat DP rumah di daerah Bintaro Tangerang.
Sementara aktivitas
dakwahnya masih bisa Gilang jalani tanpa kesulitan yang berarti. Gilang
punya kebebasan waktu dan bisa jadi dalam beberapa tahun lagi Gilang
sudah pula bebas finansial.

Mawar yang tengah hamil 6 bulan mulai berkuncup. Mawar pun dipromosikan
menjadi Manajer di kantornya itu. Mawar
perlahan-lahan kuncupnya mekar
jadi bunga. Semerbak harum menghiasi keluarga besarnya. Mengharumi
Gilang… Annikahu miftahul Rizki Ucap Mawar meyakinkan diri.
Merekahlah
sudah.
Tetap carilah dahulu Kerajaan ALLAH dan Kebenarannya maka semuanya itu
akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu
janganlah khawatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari

Source: Unknown (..)

Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu

  1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan
        orang-orang
        yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu
        yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN
        KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."

        (QS. An
        Nuur (24) : 32).
  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat
        kebesaran Allah."
    (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
        baik
        dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang
        tidak mereka ketahui¡¨ 
    (Qs. Yaa Siin (36) :
        36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari
        jenis
        kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian
        anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik

        (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
        isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
        kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
        pada
        yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir
    .
        (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
        (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
        (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
        menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan
        diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

        (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah
        menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian
        Dia
        kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.

        (Qs. An
        Nisaa (4) : 1)
    .
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk
        wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski
        yang melimpah (yaitu : Surga)
    (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,
        atau
        empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)
        seorang saja..
    (Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi
        perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu
        ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan
        barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat
        kesesatan yang nyata.
    (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:
        "Nikah
        itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"
    (HR.
        Ibnu Majah,
        dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,
        memakai wewangian, bersiwak dan menikah
    (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya
        mereka
        akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).
        14. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya
        akan
        timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang
        menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi
        Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.
        Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." 
    (HR.
        Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya
        ialah wanita shalihat.
    (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu
        Hibban
        dan Hakim) :
        a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
        b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
        c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
  16. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah
        ia
        nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara."

        (HR.
        Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.
        Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak

        (HR. Abu
        Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah
        (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat
        yang lain
    (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,
        daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)

        (HR. Ibnu Ady
        dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)
    .
  20. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak
        menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"
        (HR.
        Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,
        dan
        kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup
        membujang
    (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu
        dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan
        terhormat
    . (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian
        diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,
        dan
        menambah keluhuran mereka
    (Al Hadits).

dr milist tetangga

Apakah ini PetunjukMu?

Ya Allah Ya Rabbi
Dalam sujudku ini
Berikan Aku PetunjukMu

Mengapa dia hadir lagi dalam Lembaran Hidupku?
Apakah ini PetunjukMu?
Mengapa Hati ini bergejolak Lagi?

Ya Allah
Aku takut…
Ya Allah
Apakah ini hanya nafsu ku?

Kalo memang cinta it datang dariMu,
Berikan Petunjuk itu.
Ku tau mau tersesat dalam cinta manusia
Tetapi dalam cintaNya Allah

Ya Allah Yang Maha Pengasih
Aku tau cinta itu hanya milikMu
Diri dan Nyawa ini hanya UntukMu
Ampuni Dosaku ini

Ya Allah Yang Maha Penyayang
Hanya KepadaMu
aku menyembah dan meminta

Ya Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk
Tunjukilah Aku dan Dia JalanMu
Jalan yang Engkau Benar-benar Ridhoi…

untuk seseorang yang kembali memberikan gejolak dalam hatiku (Ampuni hambaMu ini Ya Allah)

Ruang Rindu nya Letto

Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
jalanku hampa dan kusentuh dia
terasa hangat oh didalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua kulihatnya pergi
tak pnah kuragu dan slalu kuingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu mencari makna
tumbuhkan rasa yg sesakkan dada

*
kau datang dan pergi oh begitu saja
smua kutrima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu
*
bertemu

—————————————————————

Mudah-mudahan  ruang rinduku hanya untuk Tuhanku

dan ruang rindu untuk manusia hanya karena Tuhanku…

UNTUK PEREMPUANKU YANG DI SANA

ADA APA DENGAN ENGKAU PEREMPUANKU?

Tidakkah kau lihat langit begitu cerah? Tidakkah kau rasakan udara yang berhembus perlahan, sungguh segar dan membuat nyaman. Bukankah kau selalu jatuh cinta pada pagi yang hangat? Rasakan, pagi ini matahari pun mengajakmu kembali dalam pelukannya yang hangat, burung-burung bernyanyi riuh, seakan rindu akan senandungmu. Tapi, mengapa kulihat kabut dimatamu?

Duh, seandainya saja kau membutuhkan tempat untuk berbagi, mengapa tidak kau percayai aku? Berbagilah denganku, jangan ragu untuk berbagi duka itu, jangan sungkan untuk membagi nestapa itu.

Perempuanku, aku ingin melihatmu tersenyum, aku ingin mendengarmu tertawa. Aku ingin melihat kau bercanda kembali seperti hari-hari lalu yang pernah terlewati. Tersenyumlah padaku, tertawalah bersamaku, bercandalah denganku, karena luka itu akan segera berlalu.

Bukankah setiap kita tak pernah luput dari salah dan khilaf, lalu mengapa kau salahkan diri atas semua duka yang kini singgah dalam kehidupanmu? Tak ada gunanya untuk bersikap seperti itu terus menerus, berjuanglah untuk bangkit. Ia tahu jika kau menyesal, Ia paham kau merasa berdosa, dan kau pun tahu bahwa Ia Maha Pengampun.

Percayalah, Ia sangat menyayangimu, seperti ia menyayangi yang lainnya. Jangan merasa diperlakukan tidak adil, jangan merasa hina, dirimu adalah pribadi yang mandiri yang tidak bisa disamakan dengan orang lain. Kau mungkin tidak memiliki kecantikan, mungkin juga tidak punya kepandaian, atau bahkan kau mungkin tidak berharta, bisa juga kau tidak bergelar apapun, tapi bukankah kau selalu berusaha untuk mencintaiNya, kau selalu belajar agar selalu dekat denganNya?

Aku tahu kau tak pernah berhenti mengingatNya, dalam setiap napas selalu kau sebut namaNya. Adakah yang lebih penting dari mencintaiNya dengan sungguh-sungguh? Adakah yang lebih penting dari mendapatkan cintaNya?

Karena itu perempuanku, saat hatimu terluka, atau saat hidupmu terasa sempit, aku tahu kau mengerti bagaimana menghadapi luka, bagaimana cara menyikapi kesempitan, meski saat ini kau merasa terpuruk, merasa sendiri, merasa tak ada yang peduli, tak ingatkah kau? Bahwa Ia selalu bersamamu.

Ayolah perempuanku, saatnya kini untuk bangkit, untuk berjuang melawan kesempitan, saatnya kembali tersenyum ketika pagi tiba, saatnya kembali memulai hari dengan semangat. Biarkan luka itu menempa dirimu menjadi kuat, menjadi tegar, menjadi tangguh.

CHATTING DENGAN TUHAN

CHATTING DENGAN TUHAN

BUZZ!!!
TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?
TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.
AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.
AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita ?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Ema tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segla sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.
AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah .
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU : Apa yang menarik dari manusia ?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".
AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?
TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

JanJi

Touching story from India

istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran: berapa lama lagi kamu
baca koran itu?tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang
untuk makan

Aku taruh Koran dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu
ketakutan,air matanya banjir didepannya ada semangkuk nasi berisi nasi
susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice) Sindu anak yang manis dan
termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun Dia sangat tidak suka
makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno ,mereka percaya sekali
kalau makan curd rice ada "cooling effect" . Aku mengambil mangkok dan
berkata Sindu sayang,demi ayah ,maukah kamu makan beberapa sendok curd
rice ini? Kalau tidak ,nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.Aku bisa
merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku

Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan boleh
ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa Sendok
tapi
semuanya akan saya habiskan ,tapi saya akan minta ..agak ragu2 sejenak
akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya

Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?aku menjawab oh pasti
sayang.Sindu tanya sekali lagi betul nih ayah ? yah pasti sambil
menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda
setuju.
Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk
tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata
istriku

Aku sedikit khawatir dan berkata: Sindu jangan minta komputer atau
barang2 lain yang mahal yah,karena ayah saat ini tidak punya uang

Sindu menjawab : jangan khawatir ,Sindu tidak minta barang2 mahal kok

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita
,dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu

Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk
makan sesuatu yang tidak
disukainya Setelah Sindu melewati
penderitaannya ,dia mendekatiku dengan mata penuh harap
Dan semua perhatian (aku ,istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotaki

n pada hari Minggu
Istriku spontan berkata permintaan gila , anak perempuan dibotakin,tidak
mungkin Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia
terlalu banyak nonton TV Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan
kita
Aku coba membujuk: Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami
semua akan sedih melihatmu botak
Tapi Sindu tetap dengan pilihannya,tidak ada ‘yah, tak ada keinginan
lain kata Sindu Aku coba memohon kepada Sindu : tolonglah kenapa kamu
tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami
Sindu dengan menangis berkata : ayah sudah melihat bagaimana
menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah
berjanji untuk memenuhi permintaan saya kenapa ayah sekarang
mau
menarik/menjilat ludah sendiri?Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran
moral ,bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun
yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala
)untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta ,harta/kekuasaannya
,bahkan nyawa anaknya sendiri Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi
permintaan anakku : janji kita harus ditepati Secara serentak istri dan
ibuku berkata : apakah aku sudah gila?
Tidak jawabku kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah
belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri

Sindu permintaanmu akan kami penuhi Dengan kepala botak, wajah Sindu
nampak bundar dan matanya besar dan bagus
Hari Senin ,aku mengantarnya ke sekolah ,sekilas aku melihat Sindu botak
berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku Sambil tersenyum
aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari
mobil sambil berteriak Sindu
tolong tunggu saya Yang mengejutkanku
ternyata ,kepala anak laki2 itu botak.Aku berpikir mungkin"botak" model
jaman sekarang
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan
berkata: anak anda ,Sindu benar2 hebat Anak laki2 yang jalan
bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya ,dia menderita kanker
leukemia Wanita itu berhenti sejenak ,nangis tersedu-sedu, bulan lalu
Harish tidak masuk sekolah,karena pengobatan chemo therapy kepalanya
menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina
oleh teman2 sekelasnya nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji
kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi hanya saya
betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah
untuk anakku Harish Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan
mempunyai anak perempuan yang berhati mulia

Aku berdiri terpaku dan aku menangis malaikat kecilku tolong ajarkanku
tentang
kasih

Dahulu adalah padu

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka
mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S 21 Al-Anbiyaa : 30)

Kemana Idealisme Seorang Pejuang Mahasiswa?

Fakta menunjukkan bahwa Peradaban ditunjukan oleh sebuah gerakan..
Tetapi sebuah gerakan ditentukan oleh sebuah idealisme
Tetapi sebuah idealisme itu apakah hanya terwujud ketika hanya terliat kasat mata?

nantikan tulisanku

=== Coming Soon ===

Next Page »