Archive for October, 2006

Memperingati Sumpah Pemuda koq menyalahkan Pemuda2 sekarang gak seperti dulu

Memperingati Sumpah Pemuda koq menyalahkan Pemuda2 sekarang gak seperti dulu???

Akhir-akhir ini banyak tulisan-tulisan yang berdedar ataupun komentar sekaitan dengan Sumpah Pemuda.
dan sebagian besar dari semua org baik itu tua maupun yg muda menganggap pemuda sekarang sudah tidak seperti dulu lagi..
mereka tidak bisa mengambil makna sumpah pemuda…

Yang tua-tua menyalahkan anak2 sekarang tidak hapal pancasila, atau mereka sudah lupa akan sumpah pemuda yg sering didengung2kan itu….
Mereka menganggap permasalahan -permasalahan bangsa saat ini tidak bisa diselesaikan karena pemudanya lagi malas.
Juga ada selentingan berpandangan bahwa pemuda sekarang tidak bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan lingkungannya..

Banyak yang menjudge kaum muda sekarang taunya hura-hura dan tidak tau terima kasih

TETAPI…. perlu diingat…. zaman sudah berubah…. dan metodedari pemuda-pemuda sebagai tulang punggung negara sudah beralih ke arah yang mungkin tidak ada menduga seperti itu..

Sebenarnya saya tidak sependapat dengan komentar-komentar di atas karena akan memberikan preseden yg buruk bagi kelangsungan hidup pemuda.

Pemuda memiliki cara tertentu untuk menyakinkan dirinya untuk menjadi seorang yang bermanfaat…..

Perlunya perubahan paradigma atas dikotomi pengertian antara pemuda dengan orang tua-tua….

Keadaan zaman sekarang yg menuntut pemuda memiliki jalur tertentu seperti misalnya banyak yg lebih mengaktifkan dir dala mkegiatan akademik.. dan sekarang sudah jarang turun jalan….
Keandalan otak dalam berfikir dan berwacana menjadi keunggulan pemuda saat ini…
Mau tidak mau, dipungkiri atau tidak… peran pemuda tetap ada … tidak bukan hilang sama sekali..

kadang kita biasa memberikan pendapat yg tidak logis, hanya melihat satu dua orang tetapi langsung prejudaisnya sudah mengklaim semua melakukan….

kIta lihat saja 10 tahun ke depan pemuda sekarang bisa melakukan apa untuk negara, bangsanya….

To be continue…

Skenario Harga BBM

Semalam saya mendengar harga BBM untuk industri diturunkan….
memang sudah skenario pemerintah untuk menguntungkan kaum elit…

Sejak BBM dinaikkan 50 % terlihat memang pemerintah sudah mau memberikan kesengsaraan bagi rakyat…
terbukti sekarang harga BBM Industri yg diturunkan sedangkan harga BBM bersubsidi (BBM untuk masyarakat, transport, dsb) tetap

Berdasarkan data OPEC juga Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang menyumbangkan minyak buminya untuk dunia…
tetapi apakah kita sejahtera?

negara kaya tapi miskin…..

Kapan negara ini bisa kaya kalo semua tidak berfikir untuk pemberdayaan masyarakat dan potensi bangsa..

7 Jam lagi Ku mau Ujian

7 Jam lagi Ku UTS

20624049741595l

Tapi ku masih di warnet………

maklum lagi nyari2.. judul TA kayaknya besok masuk Ujianku…
tapi hehehe.. seperti kebiasaanku .. kebanyakan buka yg lain… lain…. email lah, FS lah…. waduh… hobi.. memang gak bisa terkalahkan oleh ujian…..

Tapi ku juga lagi  Update… FSnya angkatanku e-43, supaya lebih mentereng ….

Beralih ttg ujian…. all bout ujian….. situasiku skrg berbeda ketika pertama kali masuk ITS…
pikirku ku mau bureng(just org makassar dan sekitarnya tau artinya ini) tapi…. ternyata ada ilmu dan orientasi lain yg ingin saya dapatkan selain ilmu kuliah…. organisasi kali yah..
tapi seiring perjalanan hidup dan waktu, ketika orang tua sudah mengingatkan aku untuk menyelesaikan kuliah segera… ku.. terfikir lagi bagaimana cara untuk menjadi arul seperti dulu lagi…. seperti gambar berikut ini…. (kentara sekali burengnya)
14546635126186l

(Situasi kelasku dulu ini pas kelas 1 loh… SMU, ku masih imut.. hehehe-terlihat ku dengan lugunya terus mengerjakan soal2 di buk seribu pena…. tanpa menggubris siapa yg foto dan siapa yg tidur dan siapa pulang yg ribut bermain….)

Sahabat doakan hari ini ujianku lancar aja…
dan
ya Allah tunjukilah aku jalan LurusMu jalan yang Engkau ridhai….

Amien

Ungu Band : Andai Ku Tahu

Andai ku tahu

Kapan tiba ajalku

Ku akan memohon Tuhan tolong panjangkan umurku

Andai ku tahu

Kapan tiba masa ku

Ku akan memohon Tuhan jangan kau ambil nyawaku

Reff:

Aku takut akan semua dosa-dosaku

Aku takut dosa yang terus yang terus membayangiku

Andai ku tahu

MalaikatMU kan menjemputku

Ijikan aku mengucapkan kata taubat padaMU

Aku takut akan semua dosa-dosaku ku

Aku takut dosa yang terus membayangiku

Ampuni aku dari segala dosa-dosaku ku

Ampuni aku menangis ku bertobat padaMU

Aku manusia yang takut neraka

Namun aku juga tak pantas di surga

Andai ku tahu

Kapan tiba ajalku

Ijinkan aku mengucap taubat padaMU

———————————————-
Ku takut padaMu ya Allah….
Ku Rindu padaMu ya Allah…

Ungu- SurgaMu

Segala yang ada dalam hidupku

Kusadari semua milikMu

Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa

Tunjukkan aku jalan lurusMu

Untuk menggapai SurgaMu

Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena…

Kutahu…

Hanya Engkau…

Tuhanku…

Reff :

Allahu Akbar

Allah Maha Besar

Ku memujaMu di setiap waktu

Hanyalah padaMu

Tempatku berteduh

Memohon ridho dan ampunanMu

Tunjukkan aku jalan lurusMu

Untuk menggapai SurgaMu

Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena…

Kutahu…

Hanya Engkau…

Tuhanku…

Back To Reff :

Allahu Akbar

Allah Maha Besar

KumemujaMu di setiap waktu

Hanyalah kepadaMu

Tempatku berteduh

Memohon ridho dan ampunanMu

Allahu Akbar

Allah Maha Besar

KumemujaMu di Setiap Waktu

—————————————————-
ya Allah ingatkan ketika hambaMu ini jauh dariMu ya Allah….

Kaya Pemikiran

Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan
manakala rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang, di jalannya, semakin
bersemangat dalam merealisasikannya, kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam
mewujudkannya.

 

Dasar keimanan adalah nurani yang menyala

Dasar keikhlasan adaalah hati yang bertaqwa,

Dasar semangat adalah perasaan yang menggelora

Dasar amal adalah kemauan yang kuat

 

(HASAN AL BANNA)

Ibu

Ibunda darah dagingmu

Tundukkan mukamu

Bungkukkan badanmu

Raih punggung tangan beliau

Ciumlah dalam-dalam

Hiruplah wewangian cintanya

Dan rasukkan ke dalam kalbumu

Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan

(Emha Ainun Najib)

Siang sudah sampai pada pertengahan. Dan Ibu begitu anggun
menjumpai saya di depan pintu. Gegas saya rengkuh punggung tangannya,
menciumnya lama. Ternyata rindu padanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ibu juga
mendaratkan kecupan sayang di ubun-ubun ini, lama. "Alhamdulillah, kamu
sudah pulang" itu ucapannya kemudian. Begitu masuk ke dalam rumah, saya
mendapati ruangan yang sungguh bersih. Sudah lama tidak pulang.

Ba’da Ashar,

"Nak, tolong angkatin panci, airnya sudah mendidih".
Gegas saya angkat pancinya dan dahipun berkerut, panci kecil itu diisi
setengahnya. "Ah mungkin hanya untuk membuat beberapa gelas teh saja"
pikir saya,

"Eh, tolongin bawa ember ini ke depan, Ibu mau
menyiram". Sebuah ember putih ukuran sedang telah terisi air, juga
setengahnya. Saya memindahkannya ke halaman depan dengan mudahnya. Saya
pandangi bunga-bunga peliharaan Ibu.  Subur dan terawat. Dari dulu Ibu
suka sekali menanam bunga.

"Nak, Ibu baru saja mencuci sarung, peras dulu, abis itu
jemur di pagar yah" pinta Ibu.

"Eh, bantuin Ibu potongin daging ayam" sekilas saya
memandang Ibu yang tengah bersusah payah memasak. Tumben Ibu begitu banyak
meminta bantuan, biasanya beliau anteng dan cekatan dalam segala hal.

Sesosok wanita muda, sedang menyapu ketika saya masuk rumah
sepulang dari ziarah. "Neng.." itu sapanya, kepalanya mengangguk ke
arah saya. "Bu, siapa itu…?" tanya saya. "Oh itu yang
bantu-bantu Ibu sekarang" pendeknya. Dan saya semakin termangu, dari dulu
Ibu paling tidak suka mengeluarkan uang untuk mengupah orang lain dalam pekerjaan
rumah tangga. Pantesan rumah terlihat lebih bersih dari biasanya.

Dan, semua pertanyaan itu seakan terjawab ketika saya
menemaninya tilawah selepas maghrib. Tangan Ibu gemetar memegang penunjuk yang
terbuat dari kertas koran yang dipilin kecil, menelusuri tiap huruf al-qur’an.
Dan mata ini memandang lekat pada jemarinya. Keriput, urat-uratnya menonjol
jelas, bukan itu yang membuat saya tertegun. Tangan itu terus bergetar. Saya
berpaling, menyembunyikan bening kristal yang tiba-tiba muncul di kelopak mata.
Mungkinkah segala bantuan yang ia minta sejak saya pulang, karena tangannya tak
lagi paripurna melakukan banyak hal?

"Dingin" bisik saya, sambil beringsut membenamkan
kepala di pangkuannya. Ibu masih terus tilawah, sedang tangan kirinya membelai
kepala saya. Saya memeluknya, merengkuh banyak kehangatan yang dilimpahkannya
tak berhingga.

Adzan isya berkumandang,

Ibu berdiri di samping saya, bersiap menjadi imam. Tak lama
suaranya memenuhi udara mushala kecil rumah. Seperti biasa surat cinta yang
dibacanya selalu itu, Ad-Dhuha dan At-Thariq. Usai shalat, saya menunggunya
membaca wirid, dan seperti tadi saya pandang lagi tangannya yang terus
bergetar. "Duh Allah, sayangi Mamah" spontan saya memohon.
"Neng…" suara ibu membuyarkan lamunan itu, kini tangannya terangsur
di depan saya, kebiasaan saat selesai shalat, saya rengkuh tangan berkah itu
dan menciumnya.

"Tangan ibu kenapa?" tanya saya pelan. Sebelum
menjawab, ibu tersenyum manis sekali. "Penyakit orang tua…, sekarang
tangan ibu hanya mampu melakukan yang ringan-ringan saja, irit tenaga"
katanya.

Udara semakin dingin. Bintang-bintang di langit kian gemerlap
berlatarkan langit biru tak berpenyangga. Saya memandangnya dari teras depan
rumah. Ada bulan yang sudah memerak sejak tadi. Malam perlahan beranjak jauh.
Dalam hening itu, saya membayangkan senyuman manis Ibu sehabis shalat isya
tadi. Apa maksudnya? Dan mengapakah, saya seperti melayang. Telah banyak hal
yang dipersembahkan tangannya untuk saya. Tangan yang tak pernah mencubit,
sejengkel apapun perasaannya menghadapi kenakalan saya. Tangan yang selalu
berangsur ke kepala dan membetulkan letak jilbab ketika saya tergesa pergi
sekolah. Tangan yang selalu dan selalu mengelus lembut ketika saya mencari
kekuatan di pangkuannya saat hati saya bergemuruh. Tangan yang menengadah
ketika memohon kepada Allah untuk setiap ujian yang saya jalani. Tangan yang
pernah membuat bunga dari pita-pita berwarna dan menyimpannya di meja belajar
saya ketika saya masih kecil yang katanya biar saya lebih semangat belajar.

Sewaktu saya baru memasuki bangku kuliah dan harus tinggal jauh
darinya, suratnya selalu saja datang. Tulisan tangannya kadang membuat saya
mengerutkan dahi, pasalnya beberapa huruf terlihat sama, huruf n dan m nya
mirip sekali. Ibu paling suka menulis surat dengan tulisan sambung. Dalam
suratnya, selalu Ibu menyisipkan puisi yang diciptakannya sendiri. Ada sebuah
puisinya yang saya sukai. Ibu memang suka menyanjung :

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah pendar rembulan di angkasa

sana

,

Bukan!, kau lebih dari itu,

Kau adalah benderang matahari di tiap waktu,

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah Sinopsis semesta

Itu saja.

Tangan ibunda adalah perpanjangan tangan Tuhan. Itu yang saya
baca dari sebuah buku. Jika saya renungkan, memang demikian. Tangan seorang
ibunda adalah perwujudan banyak hal : Kasih sayang, kesabaran, cinta,
ketulusan… . Pernahkah ia pamrih setelah tangannya menyajikan masakan di meja
makan untuk sarapan?

Pernahkan

Ia

meminta upah dari tengadah
jemari ketika mendoakan anaknya agar diberi Allah banyak kemudahan dalam
menapaki hidup?

Pernahkah

Ia

menagih uang atas jerih payah tangannya
membereskan tempat tidur kita?Pernahkah ia mengungkap balasan atas semua
persembahan tangannya?.. Pernahkah. .?

Ketika akan meninggalkannya untuk kembali, saya masih merajuknya
"Bu, ikutlah ke

jakarta

,
biar dekat dengan anak-anak". "Ah, Allah lebih perkasa di banding
kalian, Dia menjaga Ibu dengan baik di sini. Kamu yang seharusnya sering
datang, Ibu akan lebih senang" Jawabannya ringan. Tak ada air mata seperti
saat-saat dulu melepas saya pergi. Ibu tampak lebih pasrah, menyerahkan semua
kepada kehendak Allah. Sebelum pergi, saya merengkuh kembali punggung
tangannya, selagi sempat , saya reguk seluruh keikhlasan yang pernah
dipersembahkannya untuk saya. Selagi sisa waktu yang saya punya masih ada,
tangannya saya ciumi sepenuh takzim. Saya takut, sungguh takut, tak dapati lagi
kesempatan meraih tangannya, meletakannya di kening.

***

Bagaimana dengan kamu ? Kamu sangat tahu, lewat tangannya kamu
ada, duduk di depan komputer dan membaca tulisan saya ini. Engkau sangat tahu,
lewat tangannya kamu bisa menjadi seseorang yang menjadi kebanggaan. Kamu
sangat tahu, dibanding siapapun juga. Maka, usah kau tunggu hingga tangannya
gemetar, untuk mengajaknya bahagia. Inilah saatnya, inilah masanya…

(Sebagai renungan dari milist Tetangga)

Kurang indah rasanya jadi mahasiswa ITS kalo gak lebaran di Kampus ITS…. heheh

Lebaran di kampus Why not??

Cooming soon

3 Idul FItri ku tidak mencium tangan orangtuaku, 2,5 tahun ku tidak melihat wajah orangtuaku

 

Sembah sujud ananda…….

 

Sudah 3 idul fitri ku tidak
mencium punggung tangan orang tuaku, bapak dan ibuku.

Sudah kurang lebih 2,5 tahun ku
tidak pernah bertatap muka dengan orang tuaku.

 

Waktu yang cukup untuk merasakan
rindunya aku sama orang tuaku.

Lebaran kali ini memang sama
dengan tahun kemarin, tapi serasa lain karena perasaan rinduku sama orang tuaku
sangat tinggi.

 

Ku ingat sekali suatu saat
diwaktu kecilku…. Setelahku lelah bermain, ku melepas lelah dikursi tamu dan
ibuku menyandarkan kepalaku di pahanya. Dia kemudian mengusap dahiku dan
membelai-belainya dengan penuh kasih sayangnya.

Ya Allah ku rindu saat-saat itu
saat ku dimanja sama orang tuaku dibelai dimanja,

 

 

 

Ya Allah…. Berikan rahmatMu
kepada ayah ibuku.

 

Andai orang tuaku tau internet
dan bisa membaca blog ku ini… orang tuaku pasti mengatakan “ku rindu juga sama
kamu nak”

Ku masih malu yah Allah mengungkapkan
rinduku sama orang tuaku… ku masih belum berani mengungkapkan rindu ini kepada
orang tuaku….

Nilai Eksistensi organisasi

Mencari nilai-nilai hidup yang disama dengan hal yang lalu?
Sebuah pertanyaan yang harus kita simak baik-baik.

bukan seperti itu …
Tetapi bagaimana seorang organisatoris ulung mampu mengatur dengan berbagai keadaan…
bukan dengan semua diktum ataupun doktrinasi yang hanya tercipta oleh kata2 dan keadaan yang lalu

Sekarang adalah keadaan nyata sebuah wilayah yang harusnya dikreasi dalam bentuk yang bisa menyegarkan dan menumbuhkan karakter baru dalam sebuah organisasi.

Karakter Organisasi
karakter ini muncul bukan karena warisan masa lalu, atau karena pembawaan dan pribadi seorang ataupun beberapa orang, tetapi karakter tercipta karena adanya interaksi yang berlangsung pada saat organisasi itu berlangsung.
Menentukan karakter itu terlihat jelas ketika organisasi itu selesai terlaksana.

Menciptakan suasana baru
Menciptakan suasana organisasi yang baru merupakan wujud keberadaan/eksistensi kita mengatur organisasi. Bukan terlalu banyak mencontoh dan meniru. Terlalu sulit meniru karena perbedaan raw material yang ada dan perbedaan karakter pemimpin yang mengaturnya.

Buang Kata-kata Tokoh
Maksudnya, kita jangan terlalu mengikuti petunjuk-pentunjuk tokoh yang menciptakan istilah organisasi dan manajemen, ataupun orang-orang yang pernah menjabat dan mengetahui seluk beluk organisasi, karena itu merupakan kondisi ideal pada zamannya, bukan yang terjadi sekarang.
Kita hanya bisa mengambil pertimbangan untuk mengatur manajemen organisasi kita, tetapi tidak bisa menyamai. tokoh-tokoh itu bukan orang yang merasakan keadaan sekarang, mereka hanya merasakan manajemen dan organisasi di zamannya.

Belajar Mandiri
Kunci utamanya adalah bagaimana kita bisa belajar mandiri dari permasalahan kekinian organisasi kita.

Sekian
-ku persembahkan tulisanku ini untuk semua sahabat-sahabatku yang pernah atau sementara bekerja sama denganku dalam sebuah organisasi

Next Page »